Kabar Terbaru Nasional – Unjuk Rasa Anarkis Nelayan Di Batang Jawa Tengah

Berita nasional, berasal dari Polres Batang, Jawa Tengah yang baru saja melakukan pembubaran akan terjadinya unjuk rasa para nelayan dengan menggunakan tembakan gas air mata, untuk hari ini Selasa (3/3/15). Selain mendapatkan kekalahan pada jumlah personelnya, ribuan nelayan tersebut yang sudah merusak adanya fasilitas umum.

AKBP Widiatmoko, yang menjadi Kapolres Batang menyebutkan kalau sudah menahan sebanyak 15 nelayan yang telah berunjuk rasa dan diduga telah menjadi provokator. Padahal berada di dalam tuntutan yang ada mereka telah meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk bisa mencabut larangannya untuk penggunakan cangkrik, yang menjadi alat penangkap ikan seperti biasa mereka gunakan.

“Dikirakan ada sekiranya 15 orang yang lebih kini bisa kita amankan, untuk bisa diperiksa lebih lanjut karena memang diduga memberikan provokasi,” terang dari AKBP Widiatmoko. Dirinya telah mengakui karena para nelayan yang ada di sana bertindak sangat anarkis.

Dirinya mengaku tidak akan bisa melakukan suatu toleransi terhadap unjuk rasa yang bisa lebih anarkis selanjutnya.

“Untuk selanjutnya lagi, jika memang dari mereka akan melakukan unjuk rasa. Kami akan bisa membubarkan mereka dengan paksa,” terang darinya menjelaskan.

AKBP Widiatmoko memberikan suatu pengakuan, kalau personel dari Polres Batang yang sudah  kalah jumlahnya dalam meladeni ribuan nelayan tetap santun dalam meladeni pengunjuk rasa. Ketika mereka telah mendapatkan perbuatan anarkis, polisi tidak akan bisa langsung meredakan aksi tersebut.

Berada dari pemeriksaan belasan pelaku, ternyata nelayan yang memang tidak hanya berasal dari Batang, akan tetapi dari luar daerah. Yang kemduain polisi juga berhasil untuk mengamankan bom molotov sebanyak dua kardus berada di lokasi tersebut.

Bukan hanya dari fasilitas umum yang menjadi korban akan anarkisme para nelayan dimana sebelumnya sudah berunjuk rasa untuk menutut hal yang sama berada di Jakarta. Kasatreskrim Polres yang memberikan keterangan kalau dirinya juga menjadi bulan-bulanan oleh para nelayan.

About The Author