Kabar Terbaru – Prarekonstruksi Pembunuhan Gagang Pacul Diwarnai Keributan

Adapun suatu suasana prarekonstruksi kasus pembunuhan yang sadis dari Enno Fahira gadis cantik berusia 18 tahun berada di mess pabriknya, Jatimulya, Tangerang yang nyaris saja kisruh karena dari beberapa warga yang ada berusaha untuk serang kepada tiga para pelaku pembunuhan.

Walaupun dari rekonstruksi tersebut sudah di lakukan berada di hari Minggu (15/5/16) di tengah malam menjelang hari senin untuk bisa menghindari adanya amukan dari beberapa masa, akan tetapi dari beberapa warga yang ada di lokasi kejadian mengerti kalau akan ada acara rekonstruksi. Mereka semua sangat emosi ingin mengerti wajah-wajah dari ketiga pelaku yang sduah di tutupi cadar. Adapun dari mereka mencoba untuk memukulinya.

“Saya ingin mengerti wajah orang yang sangat keji untuk bisa dan tega membunuh cewek dengan cara sangat membabi buta. Hukum mati saja mereka,” terang dari Tile, dirinya adalah salah satu warga yang meneriakan nada tidak terimanya kepada kepolisian yang ada di sana.

Untuk acara pra rekonstruksi ini, polisi sudah membawa sebanyak tiga pelaku pembunuhan sadis kepada Enno Fahira, tersangka utama yang sudah di ketahui adalah bocah yang masih duduk berada di kelas 3 SMP dan yang duanya adalah rekan kerja dari Enno Fahira berada di PT Polyta Global Mandiri yang juga bertindak menjadi pelaku dalam pembunuhan keji itu.

Dari kepolisian yang hanya melakukan kegiatan reka ulang inti yakni pada saat sang pelaku melakukan eksekusi berada di kemaluannya yang di berikan gagang pacul. Ini di jadikan untuk menetapkan siapa yang menjadi pelaku utama atau otaknya. Dan mengerti apa peran dari beberapa pelaku yang sedang melakukan tindakan sangat kejam itu.

Adapun pra rekonstruksi hanya berlangsung kurang lebih dari satu jam yang sudah di pimpin oleh Krishna Murti, selaku Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes.

“Dari pra rekonstruksi ini sudah di lakukan demi untuk mendali para peran para pelaku yang masih mencari sinkron akan motif pembunuhan yang ada. Dan di sana di sapa oleh warga yang emosional,” terang dari Khrisna Murti menjelaskan.

About The Author