Kabar Terkini – Kapal Massive 6 Kembali Berlayar Setelah Dibajak Abu Sayyaf

 

Akhir-akhir ini kabar yang masih di hangatkan dengan masalah penyanderaan beberapa orang Indonesia berada di sebuah perairan yang di dalangi oleh Abu Sayyaf. Ada sebanyak 10 orang yang sudah di tawan oleh mereka, di bajak dari kapal yang di kendarai seperti Kapal MV Massive. Bisa di ketahui bahwa kapal tersebut yang sudah di bajak berada di tangal 1 April lalu, di Ligitan, Malaysia. Karena di dalam kapal tersebut yang mempunyai sebanyak 7.500 ton batu bara banyaknya.

Namun ada kabar terbaru, di mana dari kapal yang di bajak oleh militan Abu Sayyaf bernama Kapal MV Massive 6 ini sudah berlayar kembali. Ada tiga orang anak buah kapal berasal dari Indonesia yang sudah berhasil untuk di lepaskan bersama dengan dua anak buah kapal berasal dari Myanmar. Akan tetapi kawanan perompak itu masih menawan ada 4 ABK berasal dari Malaysia yang sampai saat ini masih belum jelas keberadaanya.

“Berada di tanggal 12 April kemarin, Kapal yang di bajak MV Massive yang sudah kembali berlayar lagi. Rencananya dari kapal tersebut akan bisa melanjutkan perjalanan dari Tawau menuju ke Samarinda,” terang dari Lalu Muhammad Iqbal, ujar Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia menyebutkan melalui pesan singkatnya kepada para wartawan untuk hari ini, Rabu (13/4/16).

Dari sang pemilik kapal, Highline Shipping Sdn. Bhd yang memberikan pengakuan klau sudah mengganti 4 Anak Buah Kapal Massive 6 yang sudah di culik dengan empat ABK yang semuanya adalah berwarga kenegaraan Indonesia.

Tawau yang selaku berasal dari Kementerian Luar Negeri menerangkan berada di Konsulat Republik Indonesia (KRI) sudah melakukan pengawalan dan mendampingi adanya proses penandatanganan Perjanjian Kerja Laut antra dari WNI ABK dengan sang pemilik kapal agar bisa memastikan beberapa hak WNI ABK MV Massive 6 yang di antaranya seperti biaya kesehatan, gaji pokok, tunjangan dan cuti bisa di dalam satu aturan yang berlaku.

Be Sociable, Share!