Kabar Terkini Nasional – Sinabung Tetap “Awas”

 

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, nampaknya masih terus menghimpun energi. Ini dapat dilihat dari guguran dinding kawah yang terus terjadi disusul peningkatan dari jumlah gempa dalam. Gempa dalam adalah gempa terjadi pada badan gunung di kedalaman 2-4 kilometer dari bagian puncak. Sepanjang hari Senin (30/12/2013), Gunung Sinabung ini telah mengalami hingga tiga kali erupsi, yang mana terlebih dulu diawali dengan luncuran awan panas yang tercatat terjadi sekitar pukul 07.45 WIB.

Diketahui bahwa luncuran dari awan panas itu meluncur menuju ke tenggara dengan jarak tempuh hingga mencapai 1,5 kilometer. Warga yang berada di desa Tiga Pancur, di Kecamatan Simpang Empat, mengatakan bahwa kejadian luncuran tersebut memang terjadi dengan sangat cepat dan tanpa disertai adanya lontaran dari debu vulkanik seperti pada kejadian yang biasa. Kemudian pada sekitar pukul 14.17 WIB, barulah sebuah erupsi terjadi yang disertai pula dengan lontaran material  debu hingga setinggi 4.000 meter. Tercatat bahwa letusan ini disertai pula dengan adanya gempa yang terjadi selama hampir tiga menit lamanya.

Letusan berikutnya pun kembali terjadi kurang lebih pukul 14.33 WIB yang diiringi dengan lontaran debu vulkanik yang kali ini berketinggian hingga sekitar 1.200 meter. Kemudian pada jam 15.31 WIB sore, letusan yang ketiga terjadi. Lontaran debu vulkanik pada letusan ketiga ini mencapai hingga ketinggian 1.500 meter dan turut disertai gempa 1 menit.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan bahwa status aktivitas dari Gunung Sinabung tetap dalam keadaan “Awas”. Warga dilarang ada di radius 5 kilometer dari kawah gunung dengan diberlakukannya status tersebut. Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa letusan berikut luncuran awan panas tersebut menambah jumlah pengungsi 19.126 orang dari 5.979 keluarga.

Pada hari Minggu (29/12/2013), data pengungsi berjumlah 18.821 orang dari jumlah 5.946 keluarga. Selisih dalam jumlah pengungsi ini merupakan warga yang sempat untuk pulang ke rumah sebelum terjadinya letusan hari Senin.

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts