Kabar Terkini Politik – Eva Sundari: Peluang Jokowi Nyapres Hanya PDIP

 

Dukungan yang datang dari masyarakat untuk mencapreskan Jokowi kian tak tertahan. Politisi dari PDIP, Eva Kusuma Sundari, menyatakan partainya sangat paham tentang adanya dukungan eksternal tersebut. Akan tetapi, Eva menilai bahwa peluang untuk pencapresan dari Jokowi hanyalah melalui PDIP. “PDIP paham terkait maraknya dukungan sipil untuk para kader PDIP seperti halnya Risma, Jokowi juga Bu Mega sendiri, baik itu diekspresikan fisik atau disuarakan bahkan dikampanyekan di media sosial,” kata Eva pada wartawan, hari Selasa (18/2/2014).

Eva pun juga mengaku diminta untuk bergabung pada sejumlah kampanye dukungan dari media sosial. Bahkan ada pula aksi dukungan yang muncul dalam bentuk sebuah petisi. “Ini cukup membanggakan, menandakan kaderisasi dari PDIP yang berjalan dengan baik dengan munculnya kader PDIP sebagai media atau people darling,” lanjut dia. Tetapi mekanisme dari pencapresan tetaplah harus lewat partai politik. Eva mengharapkan dukungan masyarakat itu tetap dalam koridor yang tak melanggar aturan. “Agar tertib serta efektif, pengusung aspirasi ini perlu kanalisasi aspirasi yang tepat sesuai dengan aturan main yang berlaku. Maka dari itu, peluang dari Pak Jokowi hanya lewat PDIP saja sebab beliau kan kader dari PDIP,” pungkasnya.

Kelompok pendukung Jokowi yang datang dari luar PDIP yang teranyar adalah Kebangkitan Indonesia Baru atau KIB yang telah mendatangi kediaman Jokowi hari Minggu (16/2). Sedangkan dari dalam PDIP juga ada sekelompok kader dan menamakan diri Pro Jokowi (Projo). Sementara itu, dari pihak pengamat politik, Arbi Sanit menyatakan bahwa sang Ketum PDIP, Megawati tidak layak untuk menjadi Capres. “Jika mencalonkan Megawati, kan hanya mengandalkan kekeluargaan. Mengandalkan bahwa dia berdarah Soekarno. Padahal kan terbukti sudah gagal. Yang saya lihat semakin menguat pada masyarakat ya Pak Jokowi. Kenapa tak mencalonkan Pak Jokowi saja?” kata Arbi Sanit dari Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, kawasan Jakarta Pusat, hari Minggu (16/2/2014).

Arbi juga menganjurkan supaya PDIP menemukan pendamping untuk Jokowi. Dan partai lain juga harus segera untuk mencari pesaing untuk Jokowi. “Pendamping untuk Jokowi memang penting, tetapi yang juga penting yaitu saingan. Agar demokrasi kita ini sehat. Karena kan kalau belum bersaing sudah mau dicarikan pasangan susah juga,” tutup pria dengan kuncir tersebut.

Be Sociable, Share!