Kabar Teror – Pelaku Teror Bom ISIS di Sarinah Masih Amatir

Insiden terjadinya bom di kawasan Sarinah berada di hari kemarin di konfirmasi adalah tindakan dari negara islam irak dan syam atau ISIS. Mereka telah mengklaim bertanggung jawab akan teror bom Sarinah itu. Kini dari Kepolisian Republik Indonesia telah mengamini adanya pengakuan tersebut,  dengan mengerti kalau dari seorang pria yang bernama Bahrun Naim yang sudah menjadi otak serangan menewaskan tujuh orang dan sudah melukai 31 orang yang lain. Naim yang saat ini sudah berada di kawasan Raqqa, Suriah di sana menjadi salah satu pimpinan komando militan khilafah.

Adapun teror yang ada di Sarinah menjadi suatu serangan perdana ISIS berada di Indonesia, setelah dari sebelumnya mereka telah propaganda dibeberapa media, dimana sering untuk menggertak. Metode taktik akan pelaksanaan teror yang ada di jantung ibu kota yang ada di hari Kamis, 14 Januari kemarin di akui pengamat masih belum pernah untuk terjadi di sepanjang sejarah yang ada di tanah air.

Setelah beberapa reformasi Indonesia mendapatkan banyak teror, akan tetapi taktik berasal dari pelaku biasanya melakukan pemboman dengan menyasar lebih banyak korban. Jenis serangan tanpa pandang bulu ini sudah terjadi berada di beberapa tahun lalu.

Serangan yang ada di Sarinah ini yang menjadi aksi teror besar di dalam setengah dekade, setelah terakhir kalinya sudah terjadi berada di tahun 2009. Jika di tarik dengan menganalisa, nyaris semua aksi teror yang ada di Indonesia selepas adanya reformasi dari ancaman beberapa kelompok sebelumnya.

Tanggapan dari salah satu pengamat teror yang sudah di hubungi oleh kantor berita Reuters, yakin kalau serangan di Sarinah ini sudah di lakukan dari beberapa orang-orang yang sepenuhnya baru. Adapun dari para perekrutnya menjadi sosok lama di dalam kancah radikalisme di tanah air kita ini, akan tetapi para pelaksanan di lapangan masihlah amatir.

“Rendahnya jumlah korban yang tewas di dalam insiden Sarinah ini memberikan tanda kalau para militan yang terlihat tidak mendapatkan senjata dan pelatihan yang memadai,” terangnya.

About The Author