Kabar Unik dan Aneh – 5 Alat Pembayaran Teraneh di Dunia

 

Transaksi jual beli pada umumnya menggunakan alat pembayaran berbentuk uang. Namun lain halnya dengan beberapa transaksi di tempat ini. Ada yang di Indonesia lo

  1. Membayar dengan hasil panen

Nampaknya jaman yang serba modern seperti sekarang ini tak membuat para warga di kota Probolinggo. Ada 4 desa yang menggunakan pembayaran menggunakan hasil panen. Ada yang berupa pisang, beras, jagung dan hasil panen lainnya. Mereka menggunakan hasil panen untuk membayar listrik sejak tahun 2011. Usut punya usut listrik mereka bukan dari PLN melainkan dari PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) kapasitas 40 kiloWatt bantuan dari PT Gas Negara. Pada tahun 1990 desa-desa di sana masih gelap gulita tak ada listrik yang menerangi. Kemudian beberapa warga berinisiatif membuat PLTMH tersebut yang akhirnya dapat menerangi semua desa yang ada.

  1. Air Kencing

Air kencing adalah air sisa pembuangan metabolisme tubuh yang berasal dari organ ginjal. Tapi justru air kencing ini dijadikan alat pembayaran di beberapa penjara. Karena adanya peraturan pengecekan air kencing di penjara, jika kedapatan memakai narkoba hukuman akan diperberat. Namun jika air kencing bersih dapat dijadikan alat pembayaran para napi.

  1. Keju

Siapa yang tak kenal keju. Di masa sekarang keju bukan hanya sekedar toping tapi menjadi tokoh utama dalam sebuah hidangan. Ada satu keju yang telah dijadikan alat pembayaran sejak lama. Namanya adalah keju Parmigiano Regiano. Keju ini dijadikan jaminan para pembuat keju ketika mereka membutuhkan modal. Pinjaman itu biasanya berjangka dua tahun, karena pada masa itulah keju ada di puncak terbaik kualitas.

  1. Kartu isi ulang pulsa

Salah satu mata uang yang aneh ditemukan di Kongo Afrika. Mereka menggunakan kartu isi ulang pulsa sebagai mata uang. Saking banyaknya handphone disana membuat nilai benda itu rendah. Benda ini kerap dijadikan alat untuk menyuap pejabat setempat.

  1. Batu besar.

Mikronesia, disana mereka masih menggunakan batu besar sebagai alat pembayaran. Penduduk Pulau Yap lah penggunanya. Jika semakin besar batu maka semakin mahal harganya.

Itulah beberapa alat dan benda aneh untuk bertransaksi di dunia. Meskipun dunia sudah modern namun masih banyak penduduk yang memegang tradisi jaman dulu.

Be Sociable, Share!