Kabar Unik dan Aneh – Alasan Aneh Bocah Ini Gagal Masuk SD

 

“Setiap warga Negara berhak Mendapatkan Pendidikan” ada di pasal 31 ayat 1 UUD 1945. Memang benar setiap warga negara seharusnya pada dasarnya sangat berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk bisa memenuhi hak setiap warga negara itu sendiri, dari pemerintah memang sedang gencar-gencarnya mempersiapkan program pendidikan gratis selama 9 tahun.

Sayangnya, walaupun pemerintah pusat telah merencanakan sebuah program pendidikan secara gratis, tak sedikit juga dari berbagai sekolah yang ada di luar sana sudah menarik iuran kepada wali murid. Tidak tanggung-tanggung iurannya pun kadang bahkan berjumllah sangatlah fantastic. Alhasil, tak sedikitorang tua merasa tercekik dengan adanya biaya pendidikan itu. ada beberapa dan bahkan juga telah merelakan buah hatinya tidak bsia mengenyam pendidikan di dunia pendidikan.

Bicara tentang dunia pendidikan, ini sebuah kisah yang miris dan juga pedih datang dari ana usia 6 tahun yaitu Vincero yang berasal dari Kalimantan Timur. Seperti yang telah dikutip dalam merdeka.com pada hari Jumat, 21/07/2017 Vincero telah dinyatakan gagal masuk SDN 016 padahal sebelumnya dia telah lolos pada seleksi penerimaan siswa baru.

Ternyata setelah di selidiki, gagalnya Vincero ini karena ibunya menanyakan perihal itu kepada pihak Dinas mengenai iuran sekolah. Saat itu, dia telah ditanya kepala sekolah, mengapa kemarin dia datang ke Diknas.

“Saya memang pergi ke Diknas bertanya untuk apa sajakah iuran yang dibebankan orang tua sebesarRp. 815 ribu  itu. Saya telah disodorikwitansi yang senilai tersebut dan harus di bayarkan di saat awal masuk sekolah. Namun, rinciannya tak ada. Nah, saya daftarkan anak saya ini pada tanggal 8 Juli kemarin dan dari pihak sekolah dibilangnya sudah terlambat. Loh,kok bisa terlambat padahal anak saya sudah lulus seleksi secara murni. Kemudian kepada sekolahpun menjawab, terserah saya yang membuat peraturan adalah saya,” jelas Marwah, Ibunda Vincero.

Hanya karena ingin mengetahui rincian iuran sekolah sepertinya Vincero gagal diterima di sekolahnya. Dari latar belakang anak ini memang dari keluarga yang kurang mampuserta memiliki penghasilan yang pas-pasan.

Sedangkan karena kasus ini, dari pihak Diknas akan menyelidikinya. Kepala Sekolah pun saat ini sudah di nonaktifkan dari jabatannya. “Ini hanyalah miskomunikasi saja, namun kami akan mengurutnya. Kami akan pastikan Vincero diterima di SDN 016. Memang ada sebuah kesalahan sedikit, anak yang sudah diterima memang sebetulnya tidak boleh di cabut dengan alasan yang tidak masuk akal,” jelas Hidayat selaku Kepala Diknas Setempat.

Be Sociable, Share!