Kabar Unik dan Aneh – Gerhana Matahari Total yang Terjadi di 21 Agustus 2017 Memicu Sebuah Prediksi Kiamat Bumi

Pada tanggal 21 Agustus 2017, akan terjadi sebuah peristiwa alam yang sangat langka serta menakjubkan akan terjadi, yakni gerhana matahari total.

Akan tetapi, tidak seperti tahun lalu, saat sebagian daerah di Indonesia akan diselubungi kegelapan beberapa saat, gerhana matahari tahun ini hanya dapat disaksikan oleh warga di Amerika Serikat saja.

Gerhana matahari merupakan sebuah peristiwa dimana posisi Bulan terletak di tengah – tengah antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Seorang ahli sains juga mengatakan jika gerhana matahari total yang akan terjadi tanggal 21 itu hanya akan mengakibatkan kegelapan sesaat, tapi juga menurunkan temperatur yang tak biasa.

Tetapi, tak hanya komunitas sains saja yang memberikan tanggapan terkait dengan gerhana matahari total itu. gerhana yang akan terjadi di AS tanggal 21 Agustus itu nantinya juga memancing kelompok ilmu semu (pegiat pseudoscience), ahli ramal serta nujum, dan pakar dari ilmu supranatural di beberapa negara untuk bersuara menanggapi kejadian langka alam ini.

Mereka mengonstruksi beberapa argumen dan mengaitkan dengan fenomena alam yang langka tersebut dengan beberapa kejadian yang terbaru yang sudah maupun yang akan segera terjadi di Bumi

Seperti yang dilansir dalam Daily Star (08/08/2017), komunitas pseudoscience mengatakan jika gerhana matahari yang terjadi tanggal21 Agustus itu nanti akan menjadi sebuah pertanda kemunculan yang mengejutkan planet raksasa yang diberi nama Nibiru yang mendadak muncul didekat Bumi.

David Meade, seorang pegiat religi dan pakar angka, seorang pengamata amatir atariksa serta seorang penulis buku yang berjudul ‘Plabet X – The 2017 Arrival’. Memberikan prediksi jika planet Nubiru alias planet X secara mendadak muncul pada tanggal 23 Agustus atau dua hari setelah gerhana matahari total.

Planet misterius tersebut akan muncul dekat dan diramalkan nantinya akan berpotensi menabrak planet Bumi. Tabrakan itu diprediksi dapat terjadi 4 sampai 8 pekan pasca gerhana matahari total pada tanggal 21 Agustus muncul.

“Gerhana 21 Agustus tersebut bisa menjadi sebuah bencana yang besar bagi umat manusia,” terang Meade

Ramalan dari pria tersebut merujuk pada Kitab Yesaya, salah satu bagian yang ada dalam perjanjian Lama, Bab 13 ayat 9 – 10 yang berbunyi, “Lihatlah hari ketika Tuhan akan atang,akan menjadi hari kehancuran untuk para pendosa. Bintang dan langit akan redup. Matahari akan menggelap dan bulan juga tidak bercahaya”.

Meade juga mengatakan gerhana mathari total dengan kehancuran dari Bumi yang dihubungkan dengan sebuah konsep ’33 Convergence atau Konvergensi Angka 33.

“Dimana ketika gerhana matahari muncul, matahari terbit akan tidak bercahaya, seperti prediksi yang ada di kitab Yesaya. Bulan akan mengalami kegelapan atau biasa disebut dengan Bulan Hitam hal itu yang terjadi di setiap 33 bulan,” jelasnya.

About The Author