Kabar Unik Dunia – Ketika Wanita Tidak Seperti Wanita Biasanya

Jacqui Beck yang di mana sudah menunggu lama dari menstruasi pertamanya. Remaja yang saat ini berusia 19 tahun berasal dari Isle of Wight itu merasa tidak sabar untuk bisa di anggap berstatus dewasa. Dari dirinya yang sudah tidak bis menunggu lama ingin seperti dari teman-temannya yang sebaya dari dirinya yang keluhkan dari merasa kram di perutnya, dan selalu membawa pembalut yang selalu ada di tasnya, dan masih ada yang lainnya. Akan tetapi, yang sudah di nanti-nantikannya tersebut memang tidak datang. Dirinya yang justru merasa nyeri berasal dari punggung untuk sampai ke leher. Di saat dirinya di periksa ke dokter, Jacqui Beck yang harus bisa menelan dari kenyataan pahit. Ternyata dirinya yang memang tidak mempunyai suatu organ intim.

Beck sendiri yang menderita sindrom langka yang sudah dia derita tersebut, di mana yang hanya di derita satu dari 5000 wanita yang ada di Inggris Raya. Nama dari sindrom itu adalah Mayer Rokitansky Küster Hauser (MRKH). Beck yang sudah tampak sangat normal adanya. Hanya saja berada di tempat organ timnya yang memang seharusnya ada, di temukan hanya ada sebuah dengan kecil bentukna. Dirinya yang tidak bisa menstruasi, tidak bisa untuk melakukan hubungan seksual, jika berhubungan tidak akan mempunyai makanan. Penjelasan dokter yang sudah membuat dari ungkapan kepada Beck yang di mana membuat dirinya menangis.

1 (1)

“Nantinya saya yang tidak akan pernah merasakan rasanya hamil, menstruasi dan mempunyai anak. Aku yang benar-benar merasa sangat marah dan merasa seperti dari wanita yang pada umumnya,” ujar darinya lagi.

Di saat pada awalnya, Beck yang merasa tidak percaya. Begitu pula yang ada dengan dokter yang memberikan pemeriksaan kepada dirinya. Sindrom yang sudah di deritanya itu ternyata sudah dari dirinya semenjak dari lahir. Beck yang sangat malu untuk menelpon dirinya. Ia yang hanya mampu untuk kirimkan surat elektronik. Dari sang ibunya langsung mengunjungi Beck.

Akhirnya Beck berpikir positif dengan melakukan banyak percobaan dengan bantuan dokter. Bersama dengan sang ibundanya melakukan uji coba dengan banyak alat dokter untuk membantu merileksasikan otot-otot kewanitaannya agar bisa menjadi wanita biasa.

About The Author

Reply