Kabar Unik – Hindari Macet, Pria di Jerman Berenang ke Tempat Kerja

 

Macet memang terkadang menjadi suatu hal yang begitu dibenci oleh orang, khususnya bagi mereka yang menempuh perjalanan darat. Tidak mengherankan apabila terkadang ada harapan terciptanya jalur laut untuk alternatif dan terhindar dari kemacetan. Bahkan, tidak sedikit pula orang yang berharap memiliki sayap agar bisa terbang menuju tempat yang diinginkan tanpa harus terjebak macet.

Hal serupa ternyata dialami oleh Benjamin David, 40 tahun. Warga Munich Jerman tersebut, merasa jenuh sebab dalam beberapa tahun ini harus menempuh kemacetan, meski dirinya sudah mencoba sejumlah cara agar terhindar dari kemacetan. David pun memakai sepeda sebagai alternatifnya. Tetapi, dalam dua tahun belakangan, dirinya telah memutuskan untuk menempuh alternatif yang lainnya.

Sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndonesia.com, saban hari David telah melompati Sungai Isar. Dirinya pun berenang sejauh 2 kilometer untuk menuju tempat kerjanya yang berada di Kulturstrand. Menurutnya, Sungai Isar telah menjadi salah satu jawaban alternatif sederhana yang mampu membantunya terhindar dari kemacetan.

Sejumlah orang pun pernah mencoba untuk melakukan perjalanan dengan menyusuri Sungai Isar dengan memakai rakit untuk menempuh perjalanan ke Wina atau pun Roma. Meski pun demikian, David justru lebih memilih untuk berenang dibandingkan dengan memakai rakit.

Di setiap paginya, David telah meninggalkan apartemennya yang ada di Baldeplatz, lalu melintasi jelan kemudian melompat ke Sungai Isar. David membutuhkan waktu 30 menit untuk menempuh perjalanan 2 kilometer tersebut.

Sesampainya pada tempat tujuan, David lantas mengeringan tubuhnya dengan menggunakan handuk. Dirinya pun kembali memakai kaus serta menunggu rekan – rekannya yang melewati kemacetan lalu lintas sembari menikmati secangkir capucino pada sebuah café.

Guna menjaga barang bawaannya tetap kerinag, David pun menyimpang baju ganti, peralatan kerja dan laptop pada kantong yang berupa tas anti air yang sekaligus berisikan udara sebagai pelampung untuknya.

Aktivitas berenang yang dilakukan David tidaklah sembarangan. Dirinya pun tetap bergantung akan musim serta suhu air. Di setiap paginya, David pun memeriksa tingkat air, kekuatan arus dan suhu melalui internet. Apabila semuanya dalam status aman, tentu dirinya akan berenang. Tetapi hal itu tak pernah dilakukannya apabila suhu atau pun arus air tidak aman. Maka, transportasi konvensional tetap jadi pilihannya.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author