Kabar Unik Terbaru – Pasca Badai Salju, Pemuda AS Ini Nekat Berenang Di Salju

Terjadinya bencana badai dasyat yang menerpa berada di kawasan pantai timur AS selama dua hari ini memang sangat mengerikan sekali. Setidaknya ada sebanyak 15 orang yang telah meninggal dunia karena adanya badai tersebut yang sudah disebut dengan nama Snowzilla. Adapun jalanan di kota-kota besar New York, seperti Little Rock sampai dengan Washington DC sampai saat ini masih tertimbun salju sangat tebal sekali. Korban tewas dan juga luka disebabkan karena badai salju ini sudah tersebar berada di enam negara bagian.

Berada di saat kondisinya yang sangat mengerikan untuk jutaan warga AS, ini ada dari segelintir anak muda sudah memilih untuk bersenang di luar ruangan. Seperti bentuk aksinya para anak-anak muda yang berada di Negara Bagian West Virginia berikut ini, seperti yang sudah di kabarkan di dalam media the Wasington Post untuk hari kemarin, Minggu (24/1/16).

Dari beberapa anak muda itu yang telah nekat di antaranya adalah mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Minnestoa Duluth. Mereka yang justru merasa sangat asyik untuk berenang berada di kolam di kampus yang telah membeku dan tertutup salju sangat tebal. Mereka telah berkilah apabila dari salju bukan menjadi suatu hambatan untuk bisa berlatih dalam kejuaraan Big Ten yang ada di bulan depan.

“Tidak ada suatu hari libur panjang untuk para atlet renang West Virginia #BIGXIIReady,” tweet dari salah satu perenang yang telah di tuliskan di dalam akun twitternya yang bernama @christopher_mcm. Aksi dari beberapa mahasiswa yang sangat nekat ini langsung di unggah mereka berada di video Youtube beberapa waktu yang lalu.

Adapun ungkapan dari salah satu anak muda yang sangat senang menyebutkan kalau asyik sampai dirinya kedinginan tidak bergerak di dalam timbunan salju.

Badai salju berada di tahun berdasarkan keterangan dari para pakar sangat berbahaya untuk aktivitas di luar ruangan. Perusahaan dari kereta bawah tanah New York yang telah ditutup untuk akhir pekan ini.

About The Author