Kabar Wisata – 2 Srikandi Asal Indonesia Ini Telah Daki 7 Gunung Tertinggi di Dunia

 

Dia adalah Fansiska Dimitri Inkirawang dan juga Mathilda Dwi Lestari telah membuktikan bahwasannya jender tidak menghalangi mereka guna mengharumkan nama bangsa. 2 Srikandi muda itu baru saja menuntaskan sebuah pendakian ke 5 dari 7 puncak gunung tertinggi yang ada di dunia.

“yang pastinya sangat bangga sekali dapat membawa bendera Merah putih & juga BRI pad apuncak gunung paling tinggi di dunia. Selain itu juga bsia menjadi perempuan pertama dari Indonesia yang telah mendaki 7 gunung tertinggi yang ada di dunia,” jelas Mathilda yang sudah akrap disapa dengan Hilda, sepertiyang telah dilansir dalam kompas.com pada hari Rabu, 25/01/2017.

Kedua perempuan muda tersebut memang sudah tercatat sebagi salah satu mahasiswa Universitas katolik Parahyangan atau UNPAR, dan sekaligus juga sebagai anggota dari Mahitala Unpar itu sudah memulai perjalanan mereka pada tahun 2012 silam.

5 gunung tertinggi yang ada di dunia siantaranya ada Gunung Cartenz yang ada di Papua, Gunung Kilimanjaro yang ad adi Tanzania, Gunung elbrus yang adadi Rusia, gunung Vonson Massif yang adadi Antartika dan yang terakhir adalah Aconcagua yang ada di Argentina suadh mereka daki dengan sukses.

“Tak disangka sama sekali mereka dapat sampai seperti itu. sudah gunung ke-5 dan masih saja ada 2 gunung lagi, memang dibutuhkan dukungan dari para masyarakat Indonesia,” jelas Hilda.

Bagi mereka, sejauh ini gunung paling sulit adalah dari gunung keempat yaitu Aconcagua yang ada di Argentina. “Itu merupakan gunung tertinggi yang ada di Amerika Selatan yaitu dengan ketinggian 6.192 mdpl. Dikarenakan semakin tinggi maka pastinya kapasitas oksigennya juga semakin tipis disana. Kamupun sudah mendapatkan badai pertama yaitu dengan kecepatan angin 40 km per jamnya,” tambah Hilda.

Alhasil dari gunung itu, Hilda nda juga Fransiska harus berpisah dengan temannya yaitu Carolina yang tadinya memang juga ikutan bergabung di dalam ekspedisi itu. “Pastinya memang sangat sedih, karena disaat itu dia memang haruslah balik kanan dan kita pun lanjut dikarenakan dia sakit, misalnya ada yang telah tertinggal. Sempat panic juga disata melihat teman invalid di hadapan kita,” jelas Hilda.

Be Sociable, Share!