Kabar Wisata – Keseruan Melakukan Tagging Pada hewan Hiu Paus

 

Ada beberapa ekor ikan hiu paus yang ada di pantai Botubarani, Kec. Kabibla Bone Kab. Bone Bolango dna saat ini mempunyai tanda di bagian punggungnya. Ada 2 ekor hiu paus dipasangi sebuah alat yang ada di punggungnya dari tim BPSPL Makassar, Tim mmonitoring WSID, Litbang KKP, dan juga WWF.

“Hari ke-2 kami telah berhasil menandai seekor setelah kemarin sudah seekor,” jelas Wawan Iko seorang dari tim Monitoring WSID yang ada di Gorontalo seperti yang sudah dilansir dalam kompas.com pada hari Sabtu, 5/11/2016.

Di hari ke-2 muncul adanya seekor hiu paus uurannya 8 m, lebih besar dari hari ke-1 yang ukurannya 7 m. di hari ke-2hiu paus tersbeut memang uncul secara bersamaan yang sudah mempunyai tanda yang  ada di punggungnya.

Walaupun ukurannya itu begitu sangat besar untuk manusia, namun sebenarnya ke-2 hiu paus tersebut masih saja terbilang remaja. bagi Wawan, yang biasanya menyelam pada kawasan ini, ada ukuran hiu paus dewasa dapat mencapai 20 m.

Memantau dari ikan hiu paus yang ada di Botubarani telah dilakukan siang malam kurang lebih 10 hari.. bila terlihat muncul di saat tengah malam, maka para petugas yang ada di lapangan haruslah segera menghubungi pihak tim dan segera melakukan tagging.

Saat pukul 06:00 Wita dari petugas mempersiapkan peralatan yang diletakkan di tepi pantai contohnya aat tagging dan baterai serta lain sebagainya.

DRA (Depoy Receiver Accoustic dari hari pertama sudah melakukan penanaman sampai 40 m. pada awalnya di kedalaman 10 – 12 m namun, dikarenakan kekhawatiran bisa mengganggu arus, makka akan dibenamkan lebih dalam.

“Saat pagi hari pukul 07:00 Wita  kami sudah siap di air, idealnya akan melakukkkan tagging  tersebut dedngan adanya snorkeling,” jelas wawan.

Adanya ritual dalam pemanggilan hiu paus itu diawali dengan adanya penumpahan limbah udang yang lokasonya tak jauh dari pantainya. Aroma udang yang begitu amis itu diperkirakan dapat menjadi daya tarik dari para hiu paus sehingga mereka bsia segera mendekat.

Di hari ke-2, ke-2 hiu paus tersebut telah mendekat. Pada awalnya merekapun  datang dari kedalaman, kemudian telah mendekat taburan limbah udangnya mengampang. Disaat membuka mulutnya, dan mengisap air llimbahnya jadi udang bisa masuk di dalamm rongga mulutnya.

Disaat jarak hiu pasu itu dalam jangkauan, secepatnya Mahardikka Rizki H yang berasal dari WSID IPB bertugas memasang alat taggingnya. Lalu menembakkannya di punggung hewan itu. porses tersebut akan dilakukan dengan terus berenang di sebuah perairan Botubarani yang begitu sangat jernih.

Be Sociable, Share!

 
4  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author