Kabar Wisata – Pentas Sanggar Senaputra Kembangkan Bakat dan Minat

 

Sanggar tari Senaputra telah didirikan oleh Mbah roestam di tahun 1983 silam. Sudah ada ribuan siswa yang belajar banyak tarian yang ada di sanggar tari itu. Siti Sofiana merupakan coordinator dari sanggar tari Senaputra yang ada di taman Brawijaya Edupark Malang telah mengungkapkan sudah ada raturan anak-anak dna juga remaja serta mahasiswa yang ikut belajar menari di sebuah sanggar yang sudah berusia 28 tahun lalu itu.

Siswa dibuat kelompok sesuai dengan kategori usianya. Mereka beajar banyak tarian tradisional dna juga tarian kreasi yang modern. Siti Sofiana atau yang kerap disapa Ani ini merupakan penerus yang keempat namun sudah menjadi pengajar dari tahun 1997, setelah dia 10 tahun lulus dari sebuah SMK Surabaya di tahun 1987.

“Sanggar itu hanyalah bisa menampung bakan dan juga mimnat para siswa. Memang butuh wadah di dalam bidang seni, supaya mereka menjadi senang menari. Masalah nantinya mau jadi apa boleh saja. Terserah mereka nantinya,” jelas Ani, seperti yang sduah dilansir dari merdeka.com pada hari senin, 22/08/2016.

Hari ini ada banyak 145 siswa yang telah menggelar ujian pentas setelah melakukan ujian dihadpan guru penguji. Sanggar memang sengaja membuat sebuah panggung terbuka guna menampilkan kemampuan mereka di atas panggung di hadapan penonton.

Ujian itu juga menunjukkan kkenaikkan tingkat dan juga belajar tarian lainnya. ujian pentas dilakukan disetiap 6 bulan sekali, di dalam sebuah event tari lain yang memang digelar secara aktif.

“Keseluruhan ada 145 siswa dari PAUD sampai usia mahasiswa, dan yang terbanyak adalah dari mahasiswa. Mereka terbagi dalam 5 kategori dan juga 19 ke;opok tarian,” jelasnya.

Semula di sanggar senaputra telah memanfaatkan sebuah taman wisata yang legendaries senaputra di jalan belakang RS malang. Tapi, karena jumlah persoalan dari tempat wisata itu akhirnya memang berpindah-pindah tempat.

Semua sanggar Senaputra memang menafaatkan Taman  yang ada di belakang RS Malang. Tapi dikarenakan ada sejumlah persoalan tempat wisata ini, akhirnya berpindah-pindah.

Latihan dipusatkan di taman Krida Budaya Malang. Tapi, dikarenakan kerap bentrok dengan banyaknya jadwal kegiatan akhirnya harus berpindah. Akhirnya pada latihan di ruang kelas STIE Kertanegara yaitu di Jalan Cengger Ayam Malang.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author