Kabar Wisata – Perbaiki Karang di Raja Ampat Bisa Butuh Ratusan Tahun

 

Kapal pesiar yang berasal dari Inggris yaitu Caledonian Sky akhir-akhir ini memang banyak disoroti karena insiden yang telah menerabaas terumbu karang yang ada di perairan dangkal Raja Ampat, yaitu di Papua Barat pada tanggal 4 Maret 2017 silam.

Akibatnyadari insiden itu, maka luas wialyah dari Raja Ampat yang telah mengalamim kerusakan memang mencapai 22.060 m2. Luas dari wilayah itu dari perhitungan tim yang telah berdiri dari KKP, KLHK dan juga Kemenko Maritim, yang dihitung dari awal dari kapal kandas sampai di titik akhirnya kapal bisa meninggalkan kawasa konservasi.

“Terumbu karang tersebut sudah termasuk hewan purba. Agar dapat pulih seperti dalam keadaan semula, memang akan membutuhkan waktu urang lebih ratusan tahun,” jelas Site Coordinator WWF Indonesia yaitu Tutus Wijanarko seperti yang telah dilansir dalam kompas.com pada hari Sabtu, 25/03/2017.

Sementara hal itu Marine & Fisheries Campaign Coordinator dari WWF Indonesia yaitu DwiAryo T. yang telah menambahkan sebenarnya ada sebuah cara tertentu yang bisa mempercepat adanya  pertumbuhan karang, namun tetap dari waktu yang tidak instan.

Di dalam satu tahun, karang hanya bisa tumbuh 1 cm. kemudian berapakah harga gantirugi dari kerusakann karena insiden dari kapal pesiar yang berasal dari Inggris saat diperairan Raja Ampat itu?. “Ada berbagai metode guna menghitung dari dampak kerusakan, namun hal itu sangatlah kompeks,” jelas Tutus.

Dia akan mengatakan sebuah perhitungan ganti rugi dari kerusakan terumbu karang yang ada di Rajja Ampat yang menjadi komolkes diakrenakan dampak yang telah ditimbulkan bukanlah hanya adanya keusakan karang semata. Ada juga,adanya dampak ekosistem laut yang sudah hidup di dalamm karang dan juga kehidupan masyarakat yang memang bergantung di sector pariwisata.

Insiden kapal itu memmang terjadi di sebuah selat Dampier, yang ada di Raja Ampat. Dari kawasan itu masuk di dalam zona inti kawasan Konservasi Perairan di daerah selat Dampier. Selain yang mempunyai keragaman koral yang tinggi, kawasan itu akan menjadi tempat beragam jenis ikan komersial & juga menjadi area ketahanan pangan untuk Raja Ampat & juga sekitarnya. Ada kurang lebih 50 titik selam ikonik pada selat Dammpier diantaranya ada Blue Magrove, Manta Point, Eagle rock dan juga Cape Kri.

Be Sociable, Share!