Kabar Wisata – Sayembara Arsitektur Homestay Modal Destinasi Wisata

 

Homestay ataupun rumah wisata memang menjadi konsep terkini yang begitu melekat pada pengembangan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Tidak asal, konsep itu pun telah mengedepankan estetika dan juga sekaligus dalam kesesuaian di dalam lokasi wisatwanta, sampai dilakukan sayembara untuk para arsitekturnya.

“saya sangin ingin mengetahui karya mereka diabadikan di dalam desain arsitektur nusantara pada 10 top destinasi yang dibangun homestay,” jelas Menteri pariwisata yaituArief yahya seperti yang dilansir dalam Kompas.com pada hari sabtu, 29/10/2016.

Dari kementrian Pariwisata dari Badan ekonomi Kreatif telah menggelar sebuah sayembara Arsitektur Nusantara yaitu dengan total adalah hadiah yang senilai Rp. 1 Miliar yang  ternyata hasilnya diumumkan di hari Selasa malam.

“Ini akan membuat mereka akan semakin bangga dengan adanya karya yang menajdi daya tariknya atau atraksi wisata itu sendiri,” jelas Arief.

Sebelumnya, disaat peluncuran saymebara yang diselenggarakan di Jakarta Convention centre atau JCC pada hari Jumat, 22/07/2016 silam Areif telah menyatakan arsitektur nusantara telah dipilih sebagai salah satu tema sayembara itu dikarenakan seni dan budaya  telah membangun rumah adat yang ada di Indonesia sangatlah beragam.

Ada ratusan jumlah suku mempunyai ratusan model arsitektur. Tapi, Arieftelah melanjutkan design makin tergusur dengan beberapa model yang minimalis dengan menyerbu hampir semua kota di tanah air, dan juga daerah yang sudah diproyesikan di kawasan pariwisata.

Arief telah mencontohkan sebuah atap rumah begonjong yang ada di Minang Kabau yang sudah mulai susah dicari, dna bahkan yang ada di Bukit Tinggi Sumbar. Begitu juga arsitektur yang ada di daerah lain, yaitu sepertinya rumah adat bolon Simalungun, balon toba, bolon Karo, bolon Mandailing, Bolon Pakpak, dan juga bolon angkola dan bahkan namanya sudah tak dikenali orang.

Angkauntuk bsia melestarikan dan juga mengembagkan dari desain arsitektur nnusantara guna pariwisata prioritas, jelas Arief bertujuan  untuk bisa melahirkan ikon desain bangunan dan juga infrastruktur lingkungan yang memang akan menajdi daya tarik untuk para wisatawan untuk berkunjung di Indonesia.

“Desain yang dpaat mengikuti tuntutan modern, namun tak meninggalkan keunikan dan juga kearifan local yang budaya setempat,” jelas Arief.

Be Sociable, Share!

 
4  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author