Kabar Wisata – Tradisi Jolang using Pengantin di Banyuwangi

 

Suara kembang api sudah terdengar sangatlah keras ada di desa Olehsari di Kab. Banyuwangi Jatim pada hari Minggu, 27/11/2016sore, itu menunjukkan adanya arak-arakan pengantin telah segera diberangkatkan berkeliling desa.

Beda dengan pengantin yang lainnya, pasangan dari Untung Junaidi dan juga silviana tak tak menaiki kereta kuda namun ditandu atau dijolang. Denagn berhati-hati merekapun menaiki tandu yang yang terbuat dari bamboo dan juga dihiasai dengan kain batik khas dari banyuwangi yaitu gajah uling.

Tandu itu lalu diangkat oleh para warga desa dengan cara bergantian diarak mengelilingi kampung.mereka diberangkatkan dari rumah saudaranya di tempat mereka berdandan untuk menuju pelaminan yang ada di rumah pengantin pria dan juga menempuh jarak kurang lebih 2 km keliling desa. Arakan pengantin itu telah melibatkan banyak orang.

Ada di bagian depan marupakan rekan engantin  yang akan membawa umbul-umbul dari daun yang dihiasi dengan menggunakan kain yang berwarna warni dan juga kue tradisional yang bergantung. Ada dibalekang para kelompok music tetabuhan dan juga melanjutkan 2 tandu pengantin dengan pengantin perempuannya ada di depan.

Merekapun juga ditemani keluarga dengan membawa perlengkapan alat dapur, rumah tangga, polo gemantung ataupun buah-buahan, bantal dan juga tikar, petek ngerem atau ayam petelur, kandi suwung, dan juga ada picis mupu atau uang.

Arakan itu telah ditutup dengan adanya rombongan music tradisional yang ada di belakang yang diikuti juga para kerabat dan juga para tetangga kedua mempelai. Dengan menggunakan kostum bernuansa merah, Untung telah menggunakan kacamata berwarna hitam dan Silvia terus tersenyum dan juga melambaikan tangan kepada para masyarakat yang telah terlihat memenuhi jalan desar.

Disetiap perempatan desa, para rombongan yang ada di depan berhenti dan bersorak-sorak. “Surak….surak…surak hoooreeeee,” teriak para warga.

Joang atau yang disebut tandu memang digunakan para pengantin yang dibuat sendiri oleh para remaja desa Olehsari. Mereka menggunakan biaya pembuatan jolang akan ditanggung  oleh rekan sang pengantin.

“Ini merupakan bentuk kekerabatan & juga sarana silaturahim yang memang sudah jarang ditemnui di daerah perkotaan,” jelasnya.

Be Sociable, Share!