Kabar Wisata – Wisata Turki Terpuruk Dampak Insiden Berdarah

 

Sebuah aksi bom bunuh diri yang terjadi di bandara Ataturk telah menewaskan sekitar 40 lebih orang di  akhir bulan juni lalu. Upaya kudeta militer dan juga bom mobil yang terjadi di Turki sangat berimbas dengan industri wisata yang ada di sana.

Daridata yang resmi dikeluarkan dari pihak terkait yang ada di Turki, sudah terjadi penurunan pada jumlah wisatawan yang bagitu sangat drastic. Tercatat ada kemerosotan mencapai angka 40 %.

Seperti yang sudah dilansir dalam tourism review pada hari Rabu, 03/08/2016 pada pertengahan di tahun itu merupakan titik terendah dari industri pariwisata di Turki sekitar 20 tahun terakhir ini. adanya pengurangan dari jumlah turis asing ini memang sudah dikabarkan sejak ketegangan warga turki dengan Rusia kembali dimulai.

Dan terakhir in, ada kudeta militer yang sudah digagalkan oleh presiden Erdogandari kementrian Luar Negeri Turki juga mengumumkan kepada para wisatawan asing yang datang ke Turki agar bisa  lebih berhati-hati jika berada di daerah Ankara dan Istanbul.

Sebagian besar orang memang dimintai harus selalu membawa suatu tanda pengenal dan juga haruslah memperlihatkankepada pihak terkait jika jam malam memang diberlakukan secra tiba-tiba. Dalam pemeriksaannya pun juga dapat dilakukan kapan saja.

Dari kementerian Pariwisata Turki telah menyatakan di bulan Juni 2016 silam jumlah turis sangat menurun drastic sampai 40,86 % dari jumlah 2,44 juta para wisatawan asing yang sudah dicatat pada bulan Juni 2015 silam.

Sejak saat tentara Turki melakukan penyerangan kepada pesawat militer Rusia yang terjadi di perbatasan Suriah di tahun lalu, membuat industri pariwisata Turki menjadi terpengaruh karena muncul ketegangan dengan Moscow. Dari pariwisata Turki juga mendapatkan reaksi yang negative dari sebuah perusahaan Internasional.

Banyak sekali operator wisata yang akhirnya memutuskan membatasi dan bahkan juga membatalkan paket perjalannya ke Turki. Misalnya saja seperti maskapai wisata dari Thomas Cook saat ini memang lebih memilih untuk ke Spanyol, Yunani, Cuba, Bulgaria dan juga Amerika Serikat.

Sedangkan dari pihak pengusaha hotel dan juga souvenir yang berada di khawasan Turkish Riviera / di daerah pesisir pantai di Turki mereka merasa paling terkena imbasnya dari penurunan drastic para wisatawan.

Mereka menjadi tidak menghasilkan uang sama sekali, dan bahkan juga tidak sedikit dari mereka yang saat ini mempertimbangkan untuk menutup bisnis mereka.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author