Kasus COVID 19 Kembali Melonjak, Pemkab Kebumen Kembali Melakukan PPKM

Kasus COVID 19 Kembali Melonjak, Pemkab Kebumen Kembali Melakukan PPKM – Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro selama kurang lebih sekitar 14 hari ke depan. Hal itu dilakukan karena kasus virus COVID 19 di kabupaten Kebumen melonjak 2 kali lipat dalam 3 hari terakhir.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebut bahwa pada saat ini kasus virus COVID 19 naik 2 kali lipat dalam 3 hari terakhir sehingga perlu dilakukan penanganan dengan cepat dengan kembali menerapkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat Mikro.

‘’Salah satunya kita sudah sepakati bahwa area alun-alun, kafe, dan juga supermarket kita batasi hingga jam 21.00 WIB. Para pengunjung di supermarket juga kita minta agar dibatasi maksimal 1 jam tak boleh berlama-lama pada saat berbelanja,’’ ucap Arif pada saat memimpin rapat bersama Satgas penanganan COVID 19, di di Gedung F, Kompleks Sekda Kebumen, pada hari Selasa, 1 Juni 2021.

Kebijakan tersebut berlaku mulai hari Rabu, 2 juni 2021, hingga 14 hari ke depan. Bupati juga selalu mengingatkan kepada setiap desa atau kecamatan yang masuk kedalam zona merah dan juga orange atau yang ada penambahan kasus virus COVID 19 agar wajib meniadakan kegiatan berskala besar seperti hajatan atau pentas seni.

‘’Selanjutnya yang masuk kedalam zona hijau atau kuning kita masih tetap memperbolehkan untuk berkegiatan kemasyarakatan, Namun syaratnya harus tetap membuat surat pernyataan untuk mentaati protocol kesehatan,’’ jelasnya.

Arif menegaskan kepada masyarakat wajib lapor kepada pemerintah setempat bila ingin membuat kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dengan melampirkan surat pernyataan yang diisi materai bagi yang masuk kedalam zona hijau serta kuning.

‘’Salah satu syaratnya para tamu undangan harus dibatasi 30 persen dari kapasitas, wajib protocol kesehatan. Kemudian juga bakal disediakan rapid test antigen oleh Dinas Kesehatan, bila detemui ada yang reaktif, kegiatan wajib dihentikan,’’ tegasnya.

Pendisiplinan kepada masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan, Arif menekankan, perlu ditingkatkan lagi. Ia menghimbau, pemerintah kecamatan dan juga pemerintah desa untuk tetap terus berperan aktif melakukan imbaun dan penanganan di masyarakat untuk taat terhadap aturan yang masih berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *