Kasus Politik – Abraham : KPK Akan Usus Kasus Korupsi Simulator Sampai Tuntas

 

Kasus Politik – Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  menegaskan bahwa KPK tidak akan pernah mundur dan menyerah untuk mengusut perkara tiga tersangka terkait terduga kasus korupsi terhadap proyek simulator ujian SIM. Tersangka pertama yang sudah ditetapkan sendiri adalah Djoko Susilo. Sementara tiga tersangka lainnya adalah Brigadir Jenderal, Didik Purnomo, dan dua lainnya adalah pihak rekanan proyek, Budi Santoso serta Sukotjo S Bambang. Penanganan terhadap tiga tersangka tersebut di Komisi Pemberantasan Korupsi masih diambang karena ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka di Kepolisian RI.

Abraham sendiri menegaskan bahwa pihaknya akan selalu berpegang pada aturan jika ketiga orang tersebut terbukti sebagai tersangka, maka KPK memiliki hak penuh untuk menyidik perkaranya.

Sampai saat ini, KPK masih menggarap berkas pemeriksaan terhadap Djoko yang ternyata tidak dijadikan tersangka kasus korupsi oleh pihak kepolisian RI. Abraham mengatakan bahwa KPK akan selalu menjalin koordinasi serta komunikasi dengan kepolisian terhadap penanganan kasus terkait dugaan korupsi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tersebut. Namun, walaupun begitu ada kabar bahwa komunikasi KPK dan Polri belum menemukan titik terang.

“Kita tahu betul bahwa pihak kepolisian berkeinginan penuh untuk membantu KPK,” tangkas Abraham.

Sementara terkait penyidikan terhadap Djoko Susilo, KPK ini juga melayangkan surat panggilan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Djoko. Rencananya, Djoko akan diperiksa oleh pihak KPK pada hari Jumat pekan ini. Panggilan pemeriksaan kedua oleh KPK ini dilakukan lantaran ketika panggilan pertama, Djoko tidak memenuhi pemanggilan tersebut. Sehingga, mau tidak mau surat pemanggilan kedua pun dilayangkan guna menuntaskan kasus yang tengah terjadi. Djoko ini mengutus pengacaranya karena meragukan kewenangan yang dimiliki oleh KPK untuk menyidik kasus yang dihadapinya.

Pihak Djoko in ibertanya kepada fatwa Mahkamah Agung (MA) siapakah yang sebenarnya berperan dan memiliki wewenang untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek yang bernilai hingga Rp 196,8 miliar itu. Apakah Polri atau KPK? Namun ternyata upaya pihak Djoko ini tidak berhasil.

Pada kasus terkait dugaan korupsi simulator ujian surat izin mengemudi ini, Djoko dan tiga tersangka yang lain diduga terlibat penyalahgunaan hak dan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara dan pihak lain. Tercatat bahwa kerugian yang terjadi mencapai Rp 100 miliar.

 

Kasus Politik

Be Sociable, Share!