Kasus Politik Indonesia – Kasus Kompol Novel Menurut KPK

 

Kasus Politik Indonesia – Johan Budi, selaku Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengungkapkan bahwa pihak KPK telah membentuk tim khusus yang secara resmi ditugaskan untuk menyelidik kasus yang saat ini terjadi pada Kompol Novel Baswedan, yang mana menjadi salah satu penyelidik dari pihak KPK.

“Saat ini, KPK sudah bergerak dengan cepat untuk mengatasi masalah yang ada. KPK sendiri telah membentuk sebuah tim yang secara khusus akan menyelediki kasus yang tengah terjadi. Hal ini tentunya untuk menelusuri tuduhan yang dilontarkan kreda Novel Baswedan. Tuduhan itu sendiri ternyata menyatakan bahwa Novel diduga melakukan penganiyaan yang ternyata menyebabkan kematian terhadap pelaku atau terdakwa terkiat pencurian pada tahun 2004,” tukas Johan.

Johan juga menambahkan bahwa kejadian yang sekiranya terjadi pada bulan Februari 2004, tepatnya delapan tahun lalu, dimana kala itu Novel masih dipercaya untuk menempati posisi Kasat Reskrim Polrestabes Bengkulu. Saat itu, Novel mengaku bahwa ia mendapatkan laporan dari anak buahnya dimana terjadi pencurian sarang burung walet yang mana pelakunya telah berhasil ditangkap oleh masyarakat setempat. Selanjutnya, novel mengatakan bahwa kasus tersebut segera diusut.

“Sebagai Kasat, Novel memang memiliki peranan penting dan ia memiliki tanggung jawab penuh. Kabarnya, pelaku pencurian sarang burung walet itu terjebak dalam gedung dan berhasil ditangkap oleh masyarakat. Namun, untuk mengamankan tersangka ini, Novel langsung memerintahkan bawahannya agar segera mengamankan pelaku pencurian tersebut untuk menghindari terjadinya tindak anarkis dari warga setempat,” lanjut Johan.

Sementara tersangka pelaku pencurian serta barang bukti langsung langsung diamankan ke Mapolresta Bengkulu. Sementara Novel langsung membawa tersangka ke lokasi.

“Namun, ketika berada di lokasi kejadian, sempat terjadi kericuhan yang mana salah satu dari enam orang tersangka terkenal luka tembak dan langsung diperintahkan untuk dibawa ke Rumah Sakit.”

Esoknya, korban tersebut meninggal dunia. Lalu, peristiwa pun tidak lagi ditindaklanjuti ke proses hukum yang lebih jauh.  Johan menjelaskan bahwa menurut hasil pemeriksaan Polda Bengkulu, Novel mendapatkan sanksi teguran. Bahkan, Novel berhasil melewati seleksi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.

 

Kasus Politik Indonesia

Be Sociable, Share!