Kasus Politik – Suap Bupati Buol, Hartati Murdaya Resmi Ditahan KPK

 

Kasus Politik – Siti Hartati Murdaya mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Siti Hartati Murdaya akhirnya resmi dinyatakan untuk ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan resmi untuk penahanan Siti Hartati Murdaya ini resmi diberikan setelah Siti Hartati diperiksa oleh penyidik KPK selama kurang lebih delapan jam. Dalam delapan jam tersebut Siti Hartati harus menjawab setiap pertanyaan yang dilayangkan oleh para penyidik terkait leterlibatannya dalam kasus suap Bupati Buol Amran Batalipu beberapa waktu lalu.

Saat menjalani penyidikan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Siti Hartati datang dengan menggunakan kursi roda dan terlihat keadaanya tengah kurang enak badan, namun mau tidak mau proses pemeriksaan tersbeut harus dijalani oleh Siti Hartati Murdaya. Siti Hartati Murdaya diduga telah melakukan suap atas penerbitan surat tentang hak guna usaha atas perkebunan kelapa sawit miliknya yang terletak di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Dugaan suap tersebut rencananya akan digunakan oleh Amran Batalipu sebagai dana kampanyenya dalam pemilihan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Buol 2012.  Siti Hartati Murdaya tiba di kantor KPK pada pukul 11.00 WIB setelah itu menjalani pemeriksaan hingga pukul 18.27 WIB Siti Hartati meninggalkan gedung KPK didampingi oleh pengacara serta dokter pribadinya.

Setelah menjawab sebanyak sebelas pertanyaan Siti Hartati Murdaya keluar dengan keadaan menangis karena harus menerima kenyataan harus ditahan di ruang penahanan khusus bagi para koruptor. Untuk sementara Komi Pemberantasan Korupsi mengatakan akan menahan Siti Hartati Murdaya selama kurang lebih 20 hari, setelah itu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan akan ada penahanan lebih lanjut untuknya atau tidak.

Sementara anggota – anggota dari Siti Hartati Murdaya lainnya telah menjalani penahanan lebih awal dirinya. Penahanan sebelumnya juga telah dijatuhkan kepada Amran Batalipu yang terbukti telah menerima suap. Sementara itu suami Siti Hartati, Murdaya Poo mengatakan bahwa selama ini adanya perusahaan milik istrinya tersebut adalah bentuk dari sebuah dukungan untuk membangun Kabupaten Buol namun ternyata hal ini disalah artikan dan harus membuat istrinya ditahan oleh KPK.

 

Kasus Politik

Be Sociable, Share!