Kebakaran Melanda Pabrik Gula Merah di Tulungagung, 3 Unit PMK Dikerahkan

Kebakaran Melanda Pabrik Gula Merah di Tulungagung, 3 Unit PMK Dikerahkan – Kebakara melanda sebuah pabrik pengolahan gula merah tradisional di Tulungagung. Kobaran api semakin cepat menjalar hingga ke seluruh bagian pabrik karena banyaknya material sepah tebu.

Pabrik gula tebu merah yang terbakar itu diketahui milik Santoso, warga Dusun Kates, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Sebanyak tiga unit mobil PMK milik Pemkab Tulungagung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Kejadian itu terjadi ketika pabrik sedang tidak beroperasi. Awalnya ada salah seorang warga sekitar yang melihat ada kepulan asap dari dalam pabrik. Hal itupun membuat warga panik dan mengevakuasi barang berharga milik mereka dari rumah masing-masing, karena dikhawatirkan api akan menjalar hingga ke perkampungan warga.

Kabid Damkar Tulungagung Rakidi pada Minggu (19/1/2020) mengatakan selang beberapa menit setelah kejadian pihaknya mendapat laporan dari warga terkait kebakara itu dan petugas langsung datang ke lokasi bersama tim pemadam.

Rakidi mengatakan saat terjadi kebakaran, pabrik kebetulan sedang tidak beroperasi, sehingga tidak ada orang di dalam pabrik itu.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar hingga ke beberapa bagian pabrik karena banyaknya tumpukan sepah tebu kering dan kencangnya hembusan angin. Tim Damkar Tulungagung sempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api, sebab api merembet hingga bagian dalam timbunan sepah tebu.

Rakidi menuturkan proses pemadaman api membutuhkan waktu yang relatif cukup lama, sebab bara api masuk hingga ke dalam timbunan sepah tebu. Jika cuma disemprot pada bagian atasnya saja, yang di dalam pastinya masih membara.

Hingga pukul 16.00 WIB, tim pemadam dibantu dengan warga sekitar masih berupaya melakukan pembasahan di lokasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang menyala yang dapat memicu kebakaran susulan.

Sementara untuk penyebab kebakaran itu sendiri, belum diketahui pasti. Hanya saja kerugian materi akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pihaknya juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Rakidi juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati agar kebakaran seperti ini tidak terulang lagi, periksa kondisi instalasi listrik dan selalu waspada saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *