Ketebalan Aspal Proyek Miliaran di Sukabumi Tersingkap Usai Diguyur Hujan Deras

Ketebalan Aspal Proyek Miliaran di Sukabumi Tersingkap Usai Diguyur Hujan Deras – Viral! sebuah tangkapan layar percakapan yang mempersoalkan ketebalan aspal hotmix dalam proyek prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) Perumahan Taman Sari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi.

Foto-foto aspal jalan yang tersingkap karena diguyur hujan juga bertebaran di media sosial Facebook, foto itu juga dilengkapi keterangan proyek senilai Rp 1.423.126.000. Dalam papan proyek, proyek pembangunan jalan itu diketahui dikerjakan mulai SPK pada tanggal 23 Juli 2019 silam.

Dalam percakapan itu juga ada narasi yang menyebut bahwa ketebalan aspal seperti kue simping. Seharusnya standar aspal minimal 3 cm namun pada kenyataannya cuma 1/2 hingga 1 sentimeter saja. Penulis pesan yang diduga merupakan warga Taman Sari itu juga mengatakan ketika proses pembangunan alat berat yang dipakai untuk menggilas aspal berukuran kecil.

Salah seorang warga Perum Taman Sari mengatakan kondisi aspal memprihatinkan usai diguyur hujan deras pada beberapa waktu lalu. Aspal pun tersingkap memperlihatkan ketebalannya.

Warga setempat, US Nurhadi mengatakan kondisi aspalnya sangat tipis, dan mengelupas setelah diguyur hujan. Selain itu, saluran irigasi juga tidak seimbang, sehingga banyak air yang meluap ke jalanan.

Menurut Nurhadi, tidak semua jalan dalam kondisi rusak, hanya sebagian saja tetapi ada sejumlah retakan yang terlihat memanjang. Ada juga jalan yang berlubang, dan yang paling parah ada sekitar dua meteran. Semua aspal naik akibat terkena derasnya air.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi Dedi Chardiman mengatakan bahwa ada beberapa poin yang menjadi catatan, termasuk dugaan kekurangan volume yang dilakukan oleh pihak ketiga atau kontraktor.

Dedi mengatakan hal itu terjadi pada Rabu (18/3/2020) bersamaan dengan banjir luapan Sungai Cipalabuhan, akibat curah hujan tinggi. Hal itu juga sudah diperiksa oleh BPK dan terbukti adanya kekurangan volume, jadi pihak ketiga wajib membayar tuntutan ganti rugi.

Dedi mengatakan berdasarkan data PHO, kegiatan itu masih dalam tanggung jawab pemeliharaan kontraktor. Kabid KP selaku PPK akan menindaklanjuti hal itu secara administratif, supaya pihak ketiga segera melakukan perbaikan atas kerusakan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *