Kisah Anak Durhaka di Singapore, Sungguh Kejam!

 

  Kisah nyata yang berasal dari berita International yang telah terjadi atas kedurhakaan seorang anak di Singapore  yang sangat heboh dan benar-benar terjadi ini sempat mengangetkan Perdana Menteri Lee Kwan Yew dan yang akhirnya mengeluarkan ketentuan Dekrit tentang bagaimana perilaku seorang anak ke orang tuanya dan lansia lanjut usia di Singapore.

Kisah ini berawal dari seorang pengusaha sukses yang telah hengkang dan pensiun dari dunia bisnisnya, yang disebabkan oleh meninggalnya sang istri. Akhirnya ayah ini berusaha membersarkan anaknya semata wayang seorang diri, anaknya adalah seorang laki-laki di sekolahkan dan di didik untuk mandiri hingga menjadi seorang sajana.

Saat pertama semuanya indah dan manis perjalinan antara ayah dan anak tersebut berjalan dengan lancar dan baik-baik saja, di sebabkan oleh cintanya ayah kepada anak akhirnya ayah memberikan seluruh hartanya kekayaan kepada sang anak yang baru menikah dan tinggal serumah dengannya. Ayahnya sangat gembira saat pertama anak dan menantunya tinggal serumah bersamanya sebab segalanya berjalan dengan lancar, komukasi yang baik, dan ayah sangat terhibur jika menghabiskan masa tuanya di aperteman mewahnya bersama dengan anak cucunya.

Waktu terus berganti dan semakin lama semakin tampaklah permasalahan di rumah tangga seperti pertengkaran antara menantu dan mertua yang dikarenakan tinggal seatap. Akhirnya pertengkaran merekapun semakin Dasyat yang akhirnya anak kandungya tega mengusir pergi ayahnya dari rumah mewah milik ayahnya sendiri yang telah di balikkan namanya ke anaknya tersebut. Seluruh uang, rumah, deposito, emas, dan uang cash pun di berikan dan diatas namakan kepada nama anaknya di depan Notaris yang sangat terkenal di Negara Singapore.

Dikarenakan seluruh hartanya telahdi wariskan kepada sang anak, si ayah tersebut akhirnya menjadi pengemis Orchard Rd. Bisa anda bayangkan bukan? seorang mantan pebisnis ternama dan sangat terkenal tersebut di Singapore harus menjadi seorang pengemis karna kedurhakaan anaknya! Sungguh kejam dunia ini..

Pada suatu saat ada yang melintas dan seperti sangat mengenali wajah dari si ayah pengemis tersebut yang sibuk meminta sedekah untuk makan. Namun orang tersebut sangat mengenali wajah si pengemis tersebut dan menanyakan hal seperti mengenali wajah si ayah, sebab orang yang bertanya ini adalah teman-teman pebisnisnya dahulu, namun si pengemis tersebut tidak mengakuinya dan akhirnya pergi begitu saa. Tapi temannya menaruh curiga dan memberitakan tentang hal ini kepada kawan yang lainnya, dan keesokkan harinya mendatangi kembali si pengemis tua tersebut, semua sahabat baiknya langsung yakin akan kebenaran itu setelah bertemu dengan pengemis tersebut, bahwa si pengemis itu tak lain adalah seorang pebisnis kaya raya yang terkenal dan pengemis itu tidak bisa mengelak. Dan akhirnya sang ayah menangis tersedu-sedu di hadapan sabahatnya dan menceritakan seluruh kejadian yang ia alami hingga menjadi seorang pengemis, dan sahabat-sahabatnya sangat marah dengan anaknya yang durhaka tersebut.

Kisah dari anak durhaka tersebut pun akhirnya menggemparkan dan kabar menghebohkan tersebut terus di ceritakan hingga ke telinga Perdana Menteri Lee Kwan Yew Senior. Lee Kwan Yew Senior sangatlah murka dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut dan dimaki habis-habisan dan mengatakan “Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian”.

Perdana Menteri Lee akhirnya memanggil sang Notaris untuk membawa surat warisan anak durhaka tersebut, dan surat warisan tersebut akhirnya di sobek-sobek oleh Perdana Menteri Lee, dikarenakan surat warisan itu telah di sobek, maka otomatis semua harta dan kekayaan itu kembali kepada sang ayah, sehingga pada saat itu juga anak dan menantunya di larang untuk menginjakkan kakinya di Apertement ayahnya kembali.

Perdana Menteri Lee melalukan hal tersebut adalah untuk tetap menyadarkan kepada seluruh masyarakat dan generasi muda di Singapore agar tetap ingat dan mengenang jerih payah orang tua yang telah membersarkan anaknya, menyekolahkan, membersihakn kotorannya dari sejak kecil, dan menyuapi makanan dari tangan orang taunya, terus menggendong anaknya meski orang tua itu sendiri sedang sakit. Dan PM lee pun memberikan pandangan bahwa orang tua dan lansia adalah menjadi tanggung jawab anaknya, sehingga di saat orang tuanya sudah tidak sanggup berjalan, tidak sanggup berdiri ataupun terbaring letih diatas tempat tidur pun, itu adalah semua tanggung jawab kita sebagai anak untuk membalas budi merawat orang tua kita dan tetap menghormatinya.

Be Sociable, Share!