Home » Misteri »

Kisah Mistery – Misteri Makan Eyang Joyodigo

 

Kisah Mistery – Jika Anda berlibur ke Blitar, Jawa Timur, ada cerita misteri terkait adanya makam tua yang tergantung. Makam ini dipercaya digantung meskipun jasad tersebut tidak digantung, namun dimasukkan kedalam sebuah peti besi  yang disangga besi berjumlah empat buah. Salah satu versi menyebutkan jika makam gantung itu konon merupakan makam Eyang Joyodigo yang merupakan salah seorang sufi yang memiliki ilmu langka yang disebut Aji Pancasoka. Ilmu tersebut diyakini bisa menghidupkan kembali orang yang telah meninggal ketika jasadnya menyentuh tanah.

Oleh karenanya, agar beliau tidak hidup lagi, maka makamnya pun digantung agar tidak menyentuh tanah. Di bawah dan kanan kiri makam gantung itu ada beberapa makam yang merupakan keluarga Eyang Joyodigo. Makam ini terletak tidak jauh dari makam Bung Karno, hanya berjarak sekitar satu kilometer.

Dalam epos Ramayana disebutkan jika orang yang mempunyai Aji Pancasoka hanya ada satu orang yang berasal dari bangsa kera, Subali yang merupakan saudara kembar dari Sugriwo. Asal muasal Eyang Joyodigo mendapatkan ilmu Aji Pancasoka itu dipercaya karena beliau melakukan banyak ritual berupa laku prihatin dan tirakat.

Makam gantung ini dipercaya telah ditunggu dua sosok makhluk gaib yang berwujud binatang, seekor harimau loreng yang besarnya mirip anak sapi dan seekor ular sebesar batang pohon kelapa. Kepercayaan ini muncul karena beberapa peziarah mengakui melihat penampakan kedua hewan itu dalam makam gantung.

Eyang Joyodigo juga dipercaya dekat dengan Pangeran Diponegoro semasa hidupnya. Eyang Joyodigo juga diyakini salah satu trah darah biru dari Mataram. Beliau dianggap sebagai salah satu pengikut setia pangeran Diponegoro yang sempat ditangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda. Jasadnya kemudian dibuang ke suatu tempat. Namun tanpa sepengetahuan Belanda, beliau bisa hidup kembali dan melanjutkan perjuangan. Di Jalan Melati, Blitar, beliau membangun rumah besar yang dinamai Pesanggerahan Joyodigo. Beliau wafat pada tahun 1905 pada usia lebih dari 100 tahun.

Saat ini makam gantung banyak dikunjungi peziarah, beberapa diantara mereka berupaya untuk mendapatkan ilmu Aji Pancasoka. Namun juru kunci makam tersebut, banyak dari mereka yang justru diusir tanpa rupa karena untuk mendapatkan ilmu itu memang sulit karena mereka harus melakukan tapa ngalong. Hal itu harus dilakukan dengan menggantung di pohon dengan kepala di bawah selama 40 hari 40 malam dan tidak boleh makan dan minum.

 

Cerita Mistery

Be Sociable, Share!