Kisah Nyata Misteri – John Lennon Memprediksi Kematiannya Sendiri

Kisah Nyata Misteri – John Lennon (Oktober 1940 – 8 Desember 1980) adalah seorang musisi rock Inggris, penyanyi, penulis, pencipta lagu, artis, aktor dan aktivis perdamaian yang mendapatkan ketenaran di seluruh dunia sebagai salah satu anggota pendiri dari The Beatles. John bernasob tragis karena kematiannya yang ditembak oleh penggemarnya sendiri.

Setelah The Beatles mengunjungi Maharishi Yogi di India pada tahun 1960-an, John mulai melakukan meditasi. John Lennon memberi perhatian lebih pada pelajaran spiritual ini, dan itu mungkin telah memicu kemampuan waskitanya sendiri. John Lennon pernah berkata “Spiritualisme harus menarik bagi semua orang.” John menghadiri upacara pemanggilan arwah selama ia hidup. Minat masih dilanjutkan oleh istrinya, Yoko.

Hal ini diyakini bahwa John telah memiliki firasat bahwa dia akan ditembak. Dia bahkan menyatakan bahwa ketakutannya atas pembunuhan menyebabkan Beatles bubar. “Kami tidak bosan,” katanya, “dan tentu saja tidak kehabisan lagu. Aku paranoid tentang seseorang mencoba untuk bertemu kami dan membunuh kami.” Ketika ia mendengar bahwa mantan manager The Beatles telah ditembak mati oleh polisi Los Angeles, katanya berulang-ulang,” Akan tetapi John percaya tegas bahwa ada kehidupan setelah kematian.

“Saya optimis tentang keabadian. Saya percaya pada kehidupan setelah kematian. Saya percaya bahwa kematian bukanlah akhir melainkan awal.” Sebuah kesadaran spiritual dari seorang artis besar seperti John Lennon. Semua orang tahu bahwa orang barat adalah orang rasional yang percaya pada hal-hal dengan bukti yang nyata, bukan hanya sekadar kepercayaan.

Pada malam tanggal 8 Desember 1980, sekitar pukul 10:49, Mark David Chapman menembak Lennon empat kali. Sebelumnya malam itu, Lennon telah menandatangani salinan Double Fantasy untuk Chapman yang telah menguntit Lennon sejak Oktober.
Lennon dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Roosevelt tetapi tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada 11:07. Tubuh Lennon dikremasi di Ferncliff Cemetery di Hartsdale, New York, abunya kemudian disimpan oleh Yoko. Sampai saat ini orang-orang masih mengenang kejadian tragis itu.

 

Kisah Nyata Misteri

About The Author

Reply