Kondisi Saat Ini Terkait Pertumbuhan 2 Kubah Lava Gunung Merapi

Kondisi Saat Ini Terkait Pertumbuhan 2 Kubah Lava Gunung Merapi – Dua Kubah lava Gunung Merapi hingga sampai saat ini terus makin tumbuh. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTTKG) menyebut bahwa volume kubah lava Gunung Merapi yang berada di tengah kawah lebih besar dibandingkan dengan kubah lava yang berada di sisi barat daya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menerangkan bahwa kubah lava Merapi yang berada di tengah kawah pada saat ini mulai terpantau sejak tanggal 4 Februari 2021. Dari tanggal 17 Februari, BPPTKG telah berhasil menghitung volume kubah lava yang berada di sisi tengah.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran akivitas Gunung Merapi yang disiarkan secara daring pada hari Jumat (19/2/2021) mengatakan bahwa kubah lava yang berada di tengah kawah mempunyai dimensi sepanjang 160 m, yang lebarnya 120 m, tinggi yang telah mencapai 50 meter, dan volume sebesar 426 ribu m3 dengan laju pertumbuhan rata rata 10 ribu m3 per hari.

“Berdasarkan dengan perhitungan foto udara, kubah yang berada di barat daya mempunyai dimensi yang pajangnya telah mencapai 258 m, lebar 133 m, tinggi 30 meter, serta volume sebesar 397 ribu m3,” bebernya.

Hanik Humaida menjelaskan bahwa secara umum pertumbuhan 2 kubah lava Merapi tersebut masih berada di bawah rata rata pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi sebelumnya.

Lebih lanjut, Hanik Humaida menyebut bahwa guguran lava dari kubah lava yang berada di tengah kawah tersebut dominan mengarah ke barat. Oleh karena itu terdapat potensi bersatunya kubah lava yang berada di tengah kawah dengan kubah lava yang berada di barat daya

Hingga sampai saat ini, aktivitas dari vulkanik Gunung Merapi masih sangat tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. BPPTKG menetapkan status aktivitas Gunung Merapi saat ini dalam tingkat Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sector selatan-barat daya yang meliputi sungai Kuning, Bedog, Boyong, Krasak, Putih, dan Bebeng, sejauh maksimal sampai 5 km. Sedangkan untuk lontaran material vulkanik jika terjadi letusan ekspolosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *