Koran Ekonomi dan Bisnis – Pemerintah Harus Transparan Soal BPJS

 

Pemerintah dinilai tidak transparan dalam peralihan badan usaha milik negara menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Penetapan komisaris PT Jamsostek (Persero), BUMN yang mengelola Rp 130 triliun aset pekerja, yang akan menjadi BPJS Ketenagakerjaan seharusnya berlangsung secara transparan.

“OPSI mempertanyakan dasar dan alasan penunjukan para komisaris dari serikat pekerja dan pengusaha. Sampai sekarang tidak ada penilaian dan alasan yang obyektif atas pengangkatan para komisaris tersebut,” ungkap Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar di Jakarta, Jumat (18/1).

Kementerian BUMN mengisi dewan komisaris Jamsostek setelah masa jabatan berakhir dan wakil pemerintah mengundurkan diri. Karena itu Timbul mengatakan pemerintah diwajibkan transparan. Hampir 100 persen dana Jamsostek milik buruh yang berasal dari iuran buruh dan pengusaha. Penetapan komisaris tanpa melibatkan partisipasi publik sangat mengkhawatirkan karena dewan komisaris otomatis menjadi dewan pengawas saat Jamsostek menjadi BPJS.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani ditetapkan pemerintah sebagai komisaris. Demikian juga Herman Hidayat dan Iskandar Maula dari pemerintah, Bambang Wirahyoso (Serikat Pekerja Nasional), dan Mathias Tambing (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia).

Timboel juga mempertanyakan sikap Kementerian BUMN yang masih mempertahankan Bambang Subianto sebagai Komisaris Utama Jamsostek. Menurut dia, Bambang Subianto juga menjabat Komisaris Utama Indonesia Infrastructure Fund yang bisa menimbulkan konflik kepentingan.

“Seharusnya Komisaris Utama Jamsostek fokus mengawasi Jamsostek karena Jamsostek membutuhkan dewan komisaris profesional yang mengerti masalah dan keluhan buruh bersama pengusaha sekaligus mengawasi transformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Sudah seharusnya Kementerian BUMN mengganti komisaris utama dengan yang bisa lebih profesional dan fokus,” pungkasnya.

 

 

Koran Ekonomi dan Bisnis

No related content found.

Be Sociable, Share!