Liputan Bola Indonesia – Bersama Rodgers, Liverpool Kuat dalam Penguasaan Bola

 

Bersama Brendan Rodgers, salah satu tim Premier League, Liverpool musim ini mengalami perubahan permainan. Permainan operan jauh lebih mendominasi The Reds, julukan Liverpool. Perbedaan permainan tersebut tampak nyata apabila dibandingkan dengan Liverpool masa dilatih Kenny Dalglish. Rodgers membuat permainan Liverpool menjadi lebih mutakhir. Permainan operan pendek menjadi pilihan mantan pelatih Swansea City ini.

Dimana penguasaan bola menjadi konsekuensi dari passing game tersebut. Dominasi penguasaan bola terlihat saat rata-rata penguasaan bola mencapai di atas 50 persen. Hingga partai ke-26 lalu penguasaan bola Liverpool sebesar 58, 4 persen. Raihan ini bahkan unggul dua persen dari Manchester United dan hanya kalah dari Arsenal dan Manchester City.

Dalam permainan operan tentu saja yang menjadi pusat permainan adalah lini tengah. 43 persen penguasaan bola Liverpool berada di lini tengah, jauh di atas dua lini lainnya. Namun skuad Rodgers mampu mengakomodasi permainan sayap. Dimana saat serangan dari tengah hanya 28 persen maka selanjutnya kontribusi dua sayap melebihi 35 persen. Hal paling menonjol The Reds musim ini adalah rata-rata melakukan 19, 3 tembakan.

Catatan ini masih tertinggi di Premier League saat ini. Gaya permainan Liverpool ini sudah tentu dipengaruhi filosofi permainan bola miliknya. Menurutnya penguasaan bola timnya harus lebih baik dari lawan. Karena dengan begitu timnya akan memiliki kesempatan untuk menang lebih besar. “Saya lebih suka tim saya mengendalikan dan mendominasi permainan,”katanya.

Sayangnya angka-angka penguasaan bola yang tinggi tersebut belum mampu meningkatkan peringkat Liverpool di klasemen sementara. Meskipun kompetisi belum berakhir namun pertandingan musim ini hanya menyisakan beberapa pertandingan. Meski Liverpool memiliki penguasaan bola yang bagus namun The Reds memiliki permasalahan dalam menyelesaikan peluang. Selain itu seringkali permainan The Reds tidak mampu mempertahankan keunggulan.

Para pemain Liverpool cenderung terus menyerang meskipun telah memiliki keunggulan gol. Hal ini bisa dilihat dari tujuh permainan, Liverpool gagal meraih poin penuh padahal mereka telah mencetak gol pembuka. Namun setidaknya Liverpool memiliki deretan pemain yang sering membongkar kebuntuan. Sebut saja Steven Gerrard, Luis Suarez yang memutuskan bertahan di Liverpool serta Glen Johnson yang terus menunjukkan konsistensi permainan.

 

Liputan Bola

Be Sociable, Share!