Lockdown Di Inggris Tidak Berpengaruh Kepada Penyebaran Varian Baru Virus Corona

Lockdown Di Inggris Tidak Berpengaruh Kepada Penyebaran Varian Baru Virus Corona – Jumlah pasien di rumah sakit Inggris bertambah melebihi puncaknya pada bulan April lalu, pada Senin (28-12-2020).

Inggris mencapai rekor hingga 41.000 kasus. Meski begitu,, tentu disertai peringatan yang jauh lebih banyak tes yang sedang dilaksanakan sekarang.

Namun ada yang lebih memprihatinkan, angka  ini dicatat meskipun sebagian besar dari empat negara di Inggris Raya memberikan langkah-langkah ketat untuk menekan jumlah penyebaran.

Peningkatan pembatasan dilaksanakan menyusul dikarenakan menunggu pengumuman daei Perdana Menteri Inggris terkait adanya varian baru virus corona.

Informasi itu menimbulkan kepanikan di seluruh London. Lebih dari setengah wilayah Inggris menerapkan tingkat pembatasan nasional. Seluruh Irlandia Utara, Wales da  daratan Skotlandia selanjutnya mengikuti

Sebelum pandemi, perlu beberapa minggu untuk mengetahui apakah langkah-langkah yang diterapkan efektif dalam mengurangi angka penyebaran.

Namun pakar kesehatan masyarakat terlalu khawatir dengan apa yang mereka lihat di Inggris.

Virus baru menyebar lebih cepat dari yang telah mereka perkirakan, sehingga harus ada langkah lebih lanjut.

Langkah-langkah itu termasuk yang paling ingin dihindari oleh para pemimpin politik, salah satunya menutup sekolah.

Prof. Andrew Hayward menjelaskan peningkatan 50%  penularan dari virus baru berarti  tingkat pembatasan yang sebelumnya dilakukan tidak berfungsi sekarang.

‘’Saya ingin melihat tindakan nasional yang tegas dan terkini untuk mencegah bencana di bulan Januari dan Februari mendatang,’’ terang satu anggota dari Kelompok Penasihat Ancaman Virus Pernapasan Bar yang dikenal sebagai NERVTAG.

Pada Senin lalu, melaporkan bahwa tingkatan baru pembatasan sosial sedang dipertimbangkan oleh beberapa pihak yang mencakup pembukaan kembali sekolah yang tertunda setelah liburan Natal dan Tahun Baru.

‘’Apabila perkiraan parameter kami benar, sepertinya tingkat 4 tidak cukup. Jadi sesuatu yang lain mungkin perlu dilakukan. Kami sudah mempertimbangkan penutupan sekolah karena itu pilihan yang paling mungkin akan dilaksanakan selanjutnya. Selain pembatasan yang sudah dilakukan saat ini’’ ucap Dr. Nick Davies yang merupakan salah satu anggota dari ‘Scientific Pandemic Influenza Group on Modeling’.

Para pemimpin politik ingin menghindari lockdown yang terlihat di musim semi. Kala itu, sebagian besar sekolah ditutup dan masyarakat hanya boleh keluar rumah sekali sehari untuk berolahraga.

Namun tindakan pertama itu, rumah sakit di selatan Inggris, Scotlandia dan Wales sekarang dikabarkan sudah mulai kewalahan. Permasalahan ini yang memaksa para pemimpin daerah untuk melakukan penguncian total pertama.

Prof. Steve Hams yang seorang perawat di Rumah Sakit Gloucestershire NHS pekerja NHS menjadi semakin lelah dii pengujung tahun ini.

‘’Kami merasa bulan April nanti akan ada akhir untuk ini. Namun kami sekarang melihat puncak ketiga. Jadi mencoba untuk menjaga pasien dan tim kami untuk melaluai waktu ini sangatlah sulit,’’ terangnya kepada BBC pada Selasa (22-12-2020) kemarin.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *