Madrid Kecewa Dengan Hasil Kontroversi Wasit

 

  Kabar Bola Terbaru – Persaingan tim Real Madrid dipertempuran La Liga cukup berlekuk. Tidak hanya pertandingan musuh perseorangan skuad Barcelona yang membikin mereka terancam.

Pertandingan menangkal Villarreal pada tanggal 21/3/2012 stadion El Madrigal, sebagai kecelakaan besar untuk skuad Real Madrid. Tanpa ragu-ragu, Jose Luis Paradas Romero, pemimpin wasit memberikan hadiah kartu merah untuk Mezut Ozil dan Sergio Rames. Intruktur Rui Faria dengan intruktur Jose Mourinho juga dikeluarkan dari samping tandang. Intruktur Mourinho dikeluarkan sebab menyangkal keputusan Romero yang melesetkan tembakan bola bebas untuk Villarreal yang dikonversial bola oleh pemain Marco Senna.

Ketika belum terjadi poin Senna terdiri atas skuad Real Madrid telah menang 1-0 melalui bola Cristiano Ronaldo pemain asal Portugal ini. Penghabisan perlawanan yang beserta nilai skor 1-1 skuad Madrid makin merasa kecewa, kemenangan mereka atas tim Barca menjadi terpotong sisa enam skor. Menurut halnya, ketika belum terjadi mereka menang sepuluh skor. Miguel Pardeza manager Real Madrid tak sanggup mencegah emosi. Dan ia juga mengatakan tidak puas bersama penampilan wasit yang kirakan selalu merugikan skuadnya.

Kabar Bola Terbaru – “Kami cuma mau bertampil dengan keadaan yang tidak beda seperti skuad lainnya, dengan kata lain Kami meminta perlakuan wasit yang mempimpin pertandingan yang kami lakonin agar lebih adil,” ungkap Pardeza. “Kami ngerasa emosi dan binggung apa yang telah terjadi. Kami mengerti separuh gelandang tanpa dapat menekan keanehan dan rasa kecewa mereka. Karakter wasit sebagai ini tak memandang pada skuad Barca, kami waswas bersama perlakuan yang tidak fear ini,” lanjutnya.  Kesudahan kegagalan atas jumlah nilai dilapanagan Villarreal, tim Real Madrid memboikot pertemuan pers laga melawan Real Sociedad.

“Sekali-sekali, pemimpin wasit membuat kami sangat sengsara, namun kami tetap harus kuat untuk lebih maju kedepan,” tutur lini belakang Madrid, Marcelo. “Anda tahu kejadiannya semua dan berapa jumlah gelandang kami yang dihadiahkan kartu merah. kandasnya. Gelandang Madrid melaksanakan sesi hasil berlatih tertutup. Pemain Angel Lopez, senior Villarreal, menyilakan “Real Madrid” tanpa ada alasan buat menyangkal keputusan pemimpin wasit. Anak asuh “Villarreal” ini bahkan memperkirakan prilaku Real Madrid cuma untuk memaksa ofisial perlawanan pada pertandingan selanjutnya. ” Mereka berusaha menahan pada ofisial. Kami dapat berkomentar setidaknya Lass Diarra dikeluarkan oleh pemimpin wasit atau kami sebenarnya dikenakan bola penalti saat Nilmar ditabrak, namun anda tidak dapat melaksanakan apa pun masalah tersebut. Tuturnya.

Bersama kemenangan cuma sisa enam skor dari skuad Barca dan sisa pertandingan, semuanya tetap mungkin terjadi. Real Madrid tak boleh terjatuh lagi saat mau memuluskan persaingan lanjutan ke tangan juara. Bahkan mereka mesti melaksanakan pertandingan “El Clasico” yang kledua di La Liga pada tanggal 22 April ditandang Barca yang akan mendatang. Menangkal Real Socedad, semestinya bukan perlawanan yang sulit untuk skuad Madrid. Tapi, keadaan marah pemain setelah laga usai menangkal “The Yellow Submarine” dapat mempengaruhi perfoma pemain. Saat ini Barca mesti melakukan pertandingan yang tidak mudah pada bertamu ke markas tim Mallorca. Pada saat separuh pertama skuad Barca unggul dangan 5-0.

Be Sociable, Share!