Mangkir Lantaran Positif Covid 19, Bupati Bogor Akan Dipanggil Polisi Kembali

Mangkir Lantaran Positif Covid 19, Bupati Bogor Akan Dipanggil Polisi Kembali – Bupati Bogor, yakni Ade Yasin, ketua RW dan juga pihak panitia penyelenggara dalam acara peletakan batu perdana pesantren oleh Rizieq Shihab, di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, tidak menghadiri undangan panggilan klarifikasi dari Polda Jawa Barat pada Jumat, 20 November 2020 kemarin.

Diketahui, bahwa polisi mendapat konfirmasi jika Ade Yasin Bersama dengan ketua RW telah berhalangan untuk hadir karena sakit. Tetapi polisi tidak mendapatkan konfirmasi dari panitia penyelenggara.

Dalam membuat terang peristiwa yang telah menimbulkan kerumunan tersebut, Polda Jawa Barat telah berencana akan memanggil kembali mereka pada Selasa 24 November 2020 minggu depan.

‘’Kita akan lakukan pemanggilan klarifikasi yang kedua nanti, dan semoga tanggal 24 November nanti akan direncanakan untuk pemanggilan berikutanya,’’ ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, yakni Kombes Pol Erdi A Chaniago di Mapolda Jawa Barat, pada Sabtu, 21 November 2020.

‘’Pemanggilan tersebut ditunjukan terhadap Bapak Ustaz Asep Agus Sofyan, lalu bapak Habib Muhsid Alatas dan juga bapak ketua RW, begitu pula dengan Ibu Bupati yang semoga dalam waktu dekat telah sembuh,’’ terang Erdi.

Jika dalam pemanggilan yang kedua ini pihak terkait tidak datang, Erdi mengatakan bahwa pihak kepolisian akan menunggu.

‘’Nanti kita akan tunggu dulu, pokoknya yang bersangkutan akan diundang untuk dilakukan klarifikasi,’’ ujarnya.

Seperti yang diketahui, Polda Jawa Barat tengah melakukan pendalaman tentang kerumunan dalam sebuah acara yang telah dilaksanakan di Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Acara yang telah dihadiri oleh Rizieq Shihab itu berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan.

Beberapa pejabat dan juga perangkat daerah di Kabupaten Bogor dimintai klarifikasi mengenai kegiatan tersebut.

Dari 10 orang yang akan dipanggil, baru 8 orang yang telah diklarifikasi pada Jumat, 21 November 2020 kemarin.

‘’Berdasarkan keterangan kemarin, sebagian besar telah menyatakan jika izin tidak ada, karena izin tidak ada kemudian para pejabat pemda setempat telah menyampaikan himbauan protokol kesehatan,’’ tutur Erdi.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *