Mau Tahu Sejarah Korek Api? Simak Disini!

Korek api kelihatannya memang sangat sederhana, tapi tahukah anda bahwa dibaliknya memiliki sejarah yang sangat panjang sampai menjadi korek api modern yang dikenal oleh banyak orang saat ini.

Korek api adalah alat untuk menayalakan api secara terkendali. Korek api ini biasanya dijual dengan jumlah tertentu. Sebatang korek api biasanya terbuat dari batang kayu yang tipis dan salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan fosfor yaitu bahan aktif dan gelatin sebagai pengikatnya.

Sejak tahun 577, Bangsa Tiongkok sudah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu pinus dan mengandung belerang. Menurut buku ‘Records of the Unworldy and the Strange’ karya Tao Gu menyebutkan bahwa “
“Jika ada terjadi keadaan darurat di malam hari mungkin diperlukan beberapa waktu untuk membuat cahaya untuk menyalakan lampu. Tapi seorang pria cerdik merancang sistem untuk membuat tongkat kecil pinewood dengan sulfur dan menyimpan mereka untuk digunakan. Dengan sentuhan maka mereka akan menyala menjadi api. Ini adalah hal yang luar biasa dulunya disebut “light-bringing slave”, tapi setelah itu ketika menjadi sebuah artikel perdagangan namanya diubah menjadi ‘fire inch-stick”

Pada tahun 1805, K. Chancel, asisten dari Profesor L.J. Thenard di Paris menemukan korek api modern untuk pertama kali. Kepala korek api adalah campuran dari belerang, potassium klorat, gula serta karet. Korek api itu dinyalakan dengan cara menyelupkannya ke dalam botol abses yang mengandung asam sulfat. Korek api tersebut bisa digolongkan sebagai korek api mahal karena saat itu penggunaannya cenderung berbahaya dan tidak mendapatkan popularitas.

Korek api yang dinyalakan dengan cara digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker pada tahun 1826. Penemuan itu bermula saat Robert Bouyle melakukan percobaan di tahun 1680-an dengan menggunakan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada saat itu bisa dibilang belum menghasilkan hasil yang memuaskan. Walker pun menyempurnakannya dengan menggunakan campuran antimon (III) sulfida, natural gum, potasium klorat, yang bisa dinyalakan dengan cara menggesekannya ke permukaan yang kasar. Walker menyebut korek ini adalah Congreves. Meskipun dikembangkan oleh Walker, namun korek api tersebut prosesnya dipatenkan oleh oleh Samuel Jones dan diproduksi kemudian serta dijual dengan sebutan nama Korek Api Lucifer.

 

kumpulan sejarah dunia

About The Author

Reply