Mau Tahu Sejarah Lem? Simak Disini!

Masih ingatkah anda waktu dulu orang terbiasa merekatkan amplop dengan menggunakan beberapa butir nasi? Memang, tanaman biji-bijian termasuk juga nasi adalah salah satu penyedia untuk bahan dasar lem. Kanji adalah karbohidrat yang diekstrak dari tanaman pun bisa didapatkan dari beras, gandum, jagung serta kentang.

Tidak hanya kanji, namun juga ada beberapa jenis lem lain, salah satunya adalah lem dari binatang. Lem ini memiliki bahan dasar protein yang diekstraksi dari rebusan kuku, kulit, tulang serta tandung. Hasilnya dimasak sampai membentuk bahan gelatin itu banyak dipakai dalam industry mebel dan kayu. Lem protein lainnya juga diambil dari tulang serta kulit ikan. Sementara lem kasein berasal dari protein yang diisolasi dari susu. Hasilnya, lem itu akan tahan air.

Lem selulosa berasal dari polimer alamiah yang ada pada pohon serta tanaman berkayu. Le mini biasanya digunakan untuk menempelkan plastic selofan pada bukngus wallpaper, rokok agar mudah dilepas.

Konon lem tersebut sudah ada sejak tahun 4000 SM. Di situs dari zaman prasejarah ditemukan jenazah bersama makanan dalam tempat keramik pecah dan direkatkan kembali dengan resin dari getah pohon. Sementara di kuil Babilonia ditemukan sejumlah patung dengan biji mata dari daging yang ditempelkan dengan menggunakan tar di rongga mata.

Akan tetapi, referensi tertulis pertama mengungkapkan tentang cara membuat serta memakai lem baru muncul di tahun +2000 SM. Sejumlah lukisan di dinding juga menampilkan secara mendetail proses pemakaian lem pada kayu. Berbagai benda seni serta perabot dari makam para Firaun Mesir memperlihatkan peran lem binantang yang berfungsi untuk perekat maupun pelapis.

Pada tahun 1500, semenjak Romawi dan Yunani mengembangkan seni pernis serta pelapisan kayu, semakin berkembang juga pembuatan lem berasal dari binantang serta ikan. Bangsa Romawi adalah bangsa yang perta kali memanfaatkan tar serta lilin lebah yang digunakan untuk mendempul papan yang ada di kapal atau perahu. Pada masa ini pula ditemukannya lem baru yaitu lem putih telur. Uniknya, lem tersebut mengandung bahan aneh seperti tulang, darah, kulit, keju, sayuran, susu hingga biji-bijian.

Selain untuk merekatkan, lem juga mampu membuat orang menjadi tersoho. Dulu, Jenghis Khan dapat mengalahkan musuh-musuhnya karena kekuatan senjata yang dimiliki pasukannya. Busur yang mereka miliki terbuat dari kayu jerok lemon dan sudah dilapisi oleh zat-zat tertentu. Kemudian, dengan lem batang tersebut disatukan dengan tanduk kerbau. Sayang, ramuan lem itu tidak tercatat dengan baik.

Demikian juga formula lem yang digunakan untuk melapisi kayu yang telah diproses secara khusus untuk membuat biola ajaib Antonio Stradivari. Walaupun sudah dicari dengan alat paling canggih, formula tersebut masih belum terungkap.

Di tahun 1700-an terjadi perubahan fenomenal sejarah lem, tepatnya ketika berdiri pabrik lem komersial pertama di Belanda yang diketahui memproduksi lem binantang. Setengah abad kemudian, Inggris mengeluarkan paten pertama untuk lem ikan. Dengan cepat disusul terbitnya sejumlah paten untuk lem dengan bahan dari karet alam, ikan, kanji, tulang hewan serta kasein. Semenetara pabrik pengolahan lem berbahan itu mulai banyak didirikan di AS pada tahun 1990-an.

Pengaruh revolusi industry nampak dengan ditemukannya bahan dasar baru lem, yaitu plastic. Di tahun 1920-140-an, plastic dan karet sintetis mulai diproduksi. Dari situlah, lem pun menjadi lebih kuat, cepat menempel, lentur serta tahan terhadap suhu dan bahan kimia.

 

Sejarah dunia

About The Author

Reply