Misteri Dunia – Api Abadi Misteri Yang Tak Mati Berada di Balik Air Terjun

Sebelumnya memang baru menjadi suatu fenomena yang sangat mengagumkan yaitu adanya suatu api yang sudah ada sejak lama, dan api tersebut tidak bisa untuk mati walaupun tertiup angin kencang dan juga terkena hujan. Sebelumnya memang banyak orang mengira api tersebut adalah api aneh, namun jika di ketahui kalau api tersebut terbentuk dari gas alam.

Sudah berhasil di teliti oleh peneliti yaitu Arndt Schimmelmann. Seorang ilmuwan  yang berasal dari Indiana University yang ada di Bloomington berhasil untuk ungkapkan suatu fenomena yang awalnya di anggap sebagai misteri. Karena adanya suatu api abadi yang sangat menjadi fenomena di seluruh dunia. Api abadi tersebut berada di daerah Chestnut Ridge Park yang berada di kota New York, letaknya sangat dekat air terjun.

Perlu di ketahui kalau api abadi tersebut sudah terbentuk dari gas yang di hasilkan dari batuan kuno dalam Bumi yang mempunyai suatu suhu yang sangat tinggi sehingga bisa menjadikan karbon berubah gas yang bisa terbakar dan tidak akan mati.  Maka dari itu api ini di namakan api abadi karena memang tidak akan mati.

Yang sangat misteri api abadi yang berada di Chestnut Ridge Park tadi memang sangat berbeda dengan api abadi lainnya. Karena gas tersebut di hasilkan dari batuan yang bersuhu rendah, mirip hangatnya dengan teh dalam cangkir.

Telah di ketahui kalau batuan tersebut memiliki suhu berbeda, ini sudah indikasikan kalau api abadi ini memang berbeda dengan api abadi lainya. Peneliti tersebut juga ungkapkan kalau proses terjadinya api ini di karenakan pembentukan gas yang di sebabkan adanya katalis yang bisa mempercepat perubahan dari molekul organik menjadi gas yang terdapat pada sebuah batuan kuno.

“Suatu yang telah membuahkan hasil gas tersebut sudah di ajukan dari beberapa tahun silam, namun mereka-mereka tidak percaya akan hal ini. Mereka  ini adalah fenomona sepele,” ujar dari peneliti, Schimmelmann yang sudah di lansir di Our Amazing Planet, (12/5/2013) keluaran Minggu kemarin.

 

 

 

 

About The Author

Reply