Mobil Listrik Yang Ramah Lingkungan? Berikut Penjelasannya

Mobil Listrik Yang Ramah Lingkungan? Berikut Penjelasannya –¬†Baterai mobil listrik dengan menggunakan litium-ion akan menjadi jalur ke masa depan yang bebas karbon dan juga hijau.

Prospek baterai litium-ion yang cukup besar di masa depan, sehingga negara-negara di dunia akan saling berlomba dalam merebut bagiannya di pasar internasional.

Meski telah dianggap ramah lingkungan, mobil listrik dengan baterai litium-ion bukan berarti tanpa kelemahan.

Berikut beberapa fakta baterai litium-ion yang saat ini sedang berkembang pesat seperti dilansir AFP, pada Senin, 16 November 2020.

Litium

Kendaraan listrik mempunyai penggerak utama yang berupa motor listrik, tidak seperti kendaraan konvensional yang mempunyai mesin pembakaran dalam.

Motor listrik tersebut tenaganya disuplai dari baterai yang dapat diisi ulang. Atau kalau mau lebih canggih, motor listrik tersebut dapat memanfaatkan fuel cell yang sumbernya dari hidrogen.

Tetapi umumnya, kendaraan listrik sekarang tenaganya masih disuplai oleh baterai sebab teknologi fuel cell yang masih dalam proses pengembangan.

Setiap baterai yang akan digunakan dalam menyuplai motor listrik mempunyai elektroda positif, yang umumnya mengandung litium dan juga kobalt, serta elektroda negatif, yang umumnya mengandung grafit.

Lantaran menggunakan motor listrik, yang tidak memakai mesin pembakaran dalam, kendaraan tersebut cenderung senyap serta tidak menimbulkan polusi.

Kendaraan Listrik juga tidak memerlukan perawatan yang ekstra sebab komponen yang bergerak lebih sedikit daripada kendaraan berbahan bakar solar atau bensin.

Peta jalan baterai

Pasar kendaraan listrik telah tumbuh dengan cepat sebab konsumen mencari alternatif yang ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar solar atau bensin.

Komisi Eropa telah memperkirakan jika jumlah kendaraan listrik yang ada di jalan akan meningkat 10 kali lipat yang menjadi sekitar 200 juta unit di tahun 2028.

Sekitar 40% dari nilai kendaraan listrik, yang berasal dari baterai. Memang harga baterai masih mahal untuk saat ini.

Sementara China saat ini telah mengendalikan dua pertiga dari manufaktur baterai seluruh dunia.

Namun Uni Eropa berharap jika wilayahnya bisa meningkatkan produksi baterai dunia dari 3% pada tahun 2020 menjadi 25% pada tahun 2028.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *