Ngaku Sebagai Gus, Pria di Malang Tipu Korban Bisa Berangkatkan Haji Lebih Cepat

Ngaku Sebagai Gus, Pria di Malang Tipu Korban Bisa Berangkatkan Haji Lebih Cepat – Seorang pria yang diketahui bernama Eko Supriyanto (40), yang merupakan warga Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, nekat melakukan penipuan dengan bermodalkan baju koko, sarung, dan peci warna putih. Dalam aksinya, pelaku mengaku-ngaku sebagai Gus. Gelar tersebut sudah tidak asing lagi di kalangan para santri di pesantren dan masyarakat tradisional Pulau Jawa.

Di hadapan korbannya, pelaku mengaku bernama Gus Juan Penatas yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dengan bermodalkan identitas palsu dan baju koko, sarung, serta peci warna putih, ada sekitar lima orang yang sudah menjadi korban penipuannya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat dimintai konfirmasi pada Sabtu (20/2/2021) mengatakan modus tersangka yakni dengan mengaku mampu mengobati penyakit dan bisa mempercepat mewujudkan keinginan korban untuk menunaikan ibadah haji dengan lebih cepat. Karena tersangka mengaku memiliki teman di Kementerian Agama.

AKBP Hendri menambahkan di wilayah Kabupaten Malang, korbannya sudah ada 5 orang. Sedangkan di wilayah luar kota Malang, tersangka rupanya juga melakukan penipuan bermodus operandi yang berbeda.

Dalam aksi penipuannya itu, tersangka mengajukan syarat harus menyerahkan uang sebesar Rp 10 hingga Rp 20 juta. Padahal sebenarnya, tersangka tak benar-benar memiliki teman di Kementerian Agama.

AKBP Hendri menuturkan salah satu korban ada yang meminta tolong kepada tersangka agar istrinya dapat menunaikan ibadah haji bersamanya pada tahun 2025 nanti. Tersangka pun menyanggupi permintaan korban dengan syarat harus membayar uang imbalan sebesar Rp 10 juta.

Menurut AKBP Hendri, uang hasil penipuan yang didapatkannya dari para korban, malah digunakan oleh tersangka untuk menyewa pelacur. Bukannya, dipakai untuk mengurus keberangkatan haji seperti yang diinginkan oleh korban.

AKBP Hendri menambahkan uang hasil penipuan yang diperoleh dari korban, justru digunakan oleh tersangka untuk menyewa pelacur. Bukan untuk mengurus keberangkatan haji seperti yang diinginkan oleh korban.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP juncto Pasal 56 KUHP, dan terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *