Pelaku Penyerangan Di Gereja Perancis Dipindah Untuk Perawatan Medis

Pelaku Penyerangan Di Gereja Perancis Dipindah Untuk Perawatan Medis

Pelaku dari kasus penyerangan di sebuah gereja Kota Nice, Perancis, telah diterbangkan dari kota selatan Nice ke Paris untuk mendapat perawatan medis, Jumat, 6 November 2020.

Palaku yang merupakan migran yang berasal dari Tunisia tersebut dalam kondisi terluka cukup serius setelah ditembak oleh polisi dalam proses penangkapan yang sudah membunuh tiga orang secara sadis dengan menggunakan pisau di dalam gereja.

Dilansir dari AFP pada Jumat, 6 November 2020, pelaku bernama Brahim Aouissaoui yang berusia 21 tahun, telah diterbangkan dengan penjagaan yang ketat menuju lapangan terbang Le Bourget utara ibu kota Perancis.

‘’Dia sudah pergi, bagi kami sangat melegakan,’’ ujar Michel Fuentes, yakni sekretaris jenderal serikat pekerja medis terhadap AFP.

Staf CHU Pasteur yang telah merawat Aouissaoui menyatakan ‘’keprihatinan’’ terkait kehadirannya di sana, ujarnya.

Dia mengatakan, bagi banyak orang hal tersebut membawa kenangan buruk mengenai serangan teror pada 14 Juli di kota tersebut 4 tahun lalu yang telah menewaskan sebanyak 86 orang serta melukai puluhan orang lainnya.

Perancis minggu lalu telah meningkatkan kewaspadaan serangannya di level tertinggi usai Aouissaoui membunuh tiga orang di Nice, pada serangan ketiga yang dilakukan ekstremis Islam hanya sebulan.

Serangan tersebut terjadi dua minggu setelah pemenggalan kepala seorang guru sejarah, yakni Samuel Paty yang dilakukan oleh seorang pengungsi Chechnya karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada para muridnya ketika pelajaran mengenai kebebasan berbicara.

Aouissaoui tiba di Eropa pada September, mencapai Perancis menyeberangi Mediterania menuju Italia kemudian menyeberang menuju Perancis melalui jalur darat.

Ia telah ditembak beberapa kali oleh pihak kepolisian setelah pembunuhan besar-besaran.

Eric Ciotti, yakni politisi dari departemen Alpes Maritimes yang mana Nice merupakan ibu kotanya, mengatakan di Twitter bahwa tersangka telah dipindahkan ke Paris ‘’sebagai tanggapan dari permintaan saya dan juga komunitas medis’’.

Presiden Perancis, yakni Emmanuel Macron pada minggu ini berjanji akan meningkatkan keamanan perbatasan usai serangan terbaru.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *