Pembangunan Mandalika Untuk MotoGP 2021 Tidak Terganggu Virus Corona

Pembangunan Mandalika Untuk MotoGP 2021 Tidak Terganggu Virus Corona – Merebaknya virus corona tak menyurutkan Indonesia untuk mempersiapkan gelaran MotoGP di Mandalika. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan akan terus berjalan.
Seperti diketahui, Indonesia akan menggelar kejuaraan dunia MotoGP pada Oktober 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dengan waktu tersisa kurang dari dua tahun memaksa Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk terus mendobrak penyelesaian sirkuit balapan agar bisa selesai tepat pada waktunya meskipun di tengah wabah virus corona.

Basuki mengatakan pembangunan infrastruktur PUPR di lima KPSN Siper Prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Manado Bitung-Likupang akan terus dilanjutkan dan ditargetkan akan selesai pada akhir 2020.

Adapun alokasi angggaran infrastruktur PUPR tahun 2020 di KPSN Mandalika yakni sebesar Rp 903,4 miliar. Selain itu, PUPR juga akan membangun pengendali banjir KEK Mandalika sepanjang 5 km yang konstruksinya akan dimulai pada akhir Maret 2020 dan selesai pada Desember 2020 dengan anggaran sebesar Rp 75 miliar. Selain itu, juga akan dibangun Jalan Bypass BIL selebar 50 meter, 4 lajur dan dilengkapi dengan trotoar dan median jalan.

Rencananya juga akan dibangun Promenade di Desa Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah yang bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan seiring penyelenggaraan event MotoGP, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 50 miliar dengan waktu pengerjaan mulai November 2020 hingga Desember 2021.

Selain itum juga akan dilakukan pengembangan kawasan 3 Gili yaitu Gili Air, Meno dan Trawangan di Kabupaten Lombok Utara dengan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp. 70,2 miliar yang akan selesai pada akhir tahun 2020.

Sementara untuk alternatif akomodasi dalam event MotoGP, Kementerian PUPR berencana akan membangun sekitar 750 unit rumah tinggal di Kabupaten Lombok Tengah. Program rumah swadaya atau dikenal dengan bedah rumah di NTB juga dianggarkan pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 47,4 miliar untuk 2.300 unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *