Pemkot Jaksel Memanggil Pengembang Melati Residence, Dua Kali Tidak Hadir

Pemkot Jaksel Memanggil Pengembang Melati Residence, Dua Kali Tidak Hadir – Marullah Matali, Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan, bahwa pihak pengembang perumahan Melati Residence tidak menghadiri undangan pertemuan dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebanyak dua kali.

Pengembang Melati Residence tidak memberikan alas an kenapa tidak datang di pertemuan yang telah diselenggarakan oleh Pemkot Jakarta Selatan.

‘’Belum ada pertemuan bersama dengan pengembang Melati Residence. Dari kejadian tersebut, sudah ada dua undangan untuk bertemu, namun dua kali tidak hadir,’’ ujar Marullah ketika dikonfirmasi pada Kamis, 22 Oktober 2020 siang.

Dia berharap agar pihak pemgembang Melati Residence dapat bertanggung jawab terkait warga Ciganjur yang telah terkena dampak longsor turap, Sabtu, 10 Oktober 2020 malam.

Terlebih lagi, peristiwa tersebut telah menyebabkan korban tewas.

‘’Secara umum, kami semua berusaha agar pengembang bisa bertanggung jawab. jika tidak bertanggung jawab, akan dilakukan sanksi yang lebih. Itu karena kelalaian dan juga keteledoran, masa dia tidak mau tanggung jawab,’’ tambahnya.

Pihak pengembang juga tidak hadir ketika diundang oleh pihak DPRD DKI Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2020. Pihak pengembang telah beralasan bahwa ia dipanggil oleh Polsek Jagakarsa.

Sebelumnya, longsor dan juga banjir telah terjadi di Jalan Damai II, Ciganjur, Jagakarsa, pada Sabtu, 10 Oktober 2020 pukul 18.05 WIB.

Banjir yang diakibatkan dari turap milik Melati Residence mengalami longsor dan kemudian menimpa beberapa rumah warga.

Turap dengan tinggi 12 meter dan panjang 50 meter tersebut ambrol.

Sejak sore hari, hujan turun dengan lebat yang mengguyur wilayah Ciganjur.

Aparat kelurahan telah mencatat kurang lebih sekitar 300 rumah di Jalan Damai II RT 04/RW 012 telah terendam banjir dengan tinggi mulai 70 cm sampai 150 cm.

Musibah banjir dan longsor tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Sementara turap ditutup dengan menggunakan terpal serta diganjal dengan batu.

Pada turap tersebut telah dipasangi kayu dolken oleh petugas.

Saat ini, aliran sungai Setu sudah dapat mengalir dengan lancar.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *