Penyerbuan Capitol Hill, Trump Menyalahkan Orang-orang Antifa

Penyerbuan Capitol Hill, Trump Menyalahkan Orang-orang Antifa – Presiden Amerika Serikat, yakni Donald Trump telah menyalahkan orang-orang Antifa yang diklaimnya sebagai penyerbu Capitol Hill di Washington DC, Amerika Serikat pada Rabu minggu lalu.

Melansir dari Aljazeera, pada Selasa, 12 Januari 2021, bahwa Trump menyalahkan orang Antifa atas penyerbuan Capitol minggu lalu meskipun bukti dokumenter sudah jelas menunjukkan bahwa perusuh sebagian besar merupakan pendukungnya.

Antifa, yakni akronim dari anti fasis merupakan gerakan bentrok dengan sayap kanan sebagaimana Proud Boys yang telah mendukung Trump pada beberapa tahun terakhir.

Trump mengancam bakal melabeli Antifa menjadi kelompok teroris atas protes setelah kematian George Floyd di tangan polisi, dan protes atas kebrutalan polisi lainnya.

Pernyataan tersebut diberikan oleh Trump melalui panggilan telepon yang berdurasi 30 menit dengan pemimpin minoritas DPR, yakni Kevin McCarthy pada Senin.

Axios menilai bahwa seorang pejabat Gedung Putih dan juga sumber lain telah mengetahui panggilan telepon tersebut.

Namun, McCarthy dikabarkan telah menyangkal ucapan Trump, ‘’Itu bukan Antifa, namun MAGA pendukung Trump. Saya tau dan saya ada di sana.’’

McCarthy bahkan dikabarkan sudah menyarankan Trump agar menghubungi presiden terpilih, yakni Joe Biden dan kemudian meninggalkan surat ‘selamat datang di meja’ untuk penggantinya tersebut.

Penyerbuan Gedung Capitol Amerika Serikat pada Rabu minggu lalu dilakukan oleh pendukung Trump yang anarkis serta bermaksud untuk mengacaukan sertifikasi kemenangan Joe Biden.

Trump, yang tanpa bukti menentang validitas kemenangan Biden, awal mula ia memuji para pendukungnya tetapi kemudian ia mengecam keras penyerbuan tersebut.

Para anggota parlemen terpaksa kabur lantaran gedung tersebut dikerumuni para pendukung presiden, yang mengakibatkan pasukan keamanan kewalahan.

5 orang tewas dalam kerusuhan tersebut, termasuk seorang polisi Capitol yang telah dipukuli ketika dia berusaha untuk menangkal kerumunan.

Antifa sendiri kerap menjadi target oleh kaum konservatif AS, termasuk Trump, lantaran oposisi mereka kepada pendukung sayap kanan presiden Amerika Serikat.

Gerakan anti fasis cenderung dikelompokkan menjadi kelompok kiri spektrum politik Amerika Serikat, banyak yang telah menggambarkan diri mereka sebagai anarkis, sosialis, komunis atau anti kapitalis.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *