Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Warkop di Gresik, 1 Muncikari dan 6 PSK Diamankan

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Warkop di Gresik, 1 Muncikari dan 6 PSK Diamankan – Polisi berhasil membongkar bisnis praktik prostitusi yang berkedok warung kopi di Gresik, Jawa Timur. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan seorang muncikari dan enam PSK.

Penggerebekan itu dilakukan pada Selasa (13/10/2020) di sebuah warung kopi yang terletak di Dusun Samaleak, Desa Banyu Urip, Kedamean, Gresik yang pakai untuk menjalankan bisnis praktik prostitusi tersebut. Polisi melakukan penggerebekan itu usai pihaknya mendapat laporan dari masyarakat soal adanya bisnis esek-esek di warung kopi tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, polisi mendapati warung kopi itu menyediakan bilik-bilik kamar yang ada di belakang warung. Bilik tersebut memang sengaja disiapkan untuk melayani nafsu para pria hidung belang.

Kini sang pemilik warung sekaligus sebagai muncikari dalam kasus tersebut bernama Johan Rio Aji (19) bersama 6 orang PSK digelandang ke Polres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat dimintai konfirmasi pada Kamis (15/10/2020) mengatakan JRA merupakan warga Kedamean dan dia berperan sebagai penyedia tempat, sarana dan prasana beserta para wanita yang melayani dalam praktik prostitusi tersebut. Atas hal itu, kami mengamankan saudara JRA dan enam orang perempuan di lokasi itu.

AKBP Arief menambahkan ketika dilakukan penggerebekan, polisi meemukan salah satu bilik kamar tengah digunakan untuk melayani pria hidung belang. Pria tersebut kemudian juga ikut dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

AKBP Arief mengatakan ketika sedang dilakukan penggeledahan di warung kopi tersebut, kita menemukan seorang wanita sedang bersama tamu seorang laki-laki di dalam bilik kamar tengah berduaan.

Dari warung kopi itu, polisi menyita barang bukti seperti buku tulis yang berisi catatan rekap keluar masuk tamu, uang tunai Rp 400 ribu, 2 helai kain seprai, tisue bekas, 1 buah bekas minyak, dan satu buah celana dalam serta bra.

Atas perbuatannya itu, pelaku akan dijerat dengan pasal 296 dan pasal 506 KUHP tentang mengadakan atau memudahkan aksi pencabuan dengan ancaman hukuman pidana satu tahun empat bulan kurungan penjara.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *