Polisi Masih Dalami Motif Ibu Diduga Aniaya Bocah WN Maroko Hingga Tewas

Polisi Masih Dalami Motif Ibu Diduga Aniaya Bocah WN Maroko Hingga Tewas – Seorang bocah WN Maroko yang diketahui masih berusia 5 tahun meninggal dunia usai diduga dianiaya oleh ibunya sendiri yang berinisial ML (29), di salah satu apartemen di Jakarta Pusat. Kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap motif penganiayaan yang mengakibatkan seorang bocah sampai meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dimintai konfirmasi mengatakan bahwa pihak penyidik sedikit mengalami kendala soal bahasa dalam mengungkap motif penganiayaan itu.

Kombes Yusri saat dihubungi mengatakan untuk motif saat ini masih kami dalami, karena sedikit ada kendala, terutama soal bahasa. Untuk motifnya terus kami lakukan pendalaman karena yang bersangkutan belum mengakui telah melakukan perbuatan itu.

Kasus penganiayaan yang berujung kematian itu terungkap pada Selasa (1/9/2020) lalu. Saat itu korban dibawa oleh ibunya menuju ke Rumah Sakit Murni Teguh, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.45 WIB.

Tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, pihak rumah sakit menaruh kecurigaan usai menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh bocah perempuan itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan lalu mengerucut kepada pelaku.

Dari banyaknya luka lebam yang ditemukan pada tubuh korban, pelaku cuma mengaku telah menggigit korban. Pelaku berdalih menggigit korban karena takut korban akan lompat dari apartemen.

Kombes Yusri mengungkapkan menurut pengakuan pelaku hanya mengigit, karena sang anak mau meloncat dari apartemen. Namun setelah kita lakukan pengecekan ke apartemen, tidak ditemukan adanya lubang untuk melompat.

Seperti yang diketahui, ML dan korban hanya tinggal berdua di lantai 12 di sebuah apartemen di Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak sebulan yang lalu. Suami pelaku sendiri kini diketahui masih berada di Belanda.

Saat ditanya apakah ada unsur terhimpit ekonomi dari tindakan pelaku, pihak kepolisian sendiri masih belum bisa memastikan hal itu. Kombes Yusri mengatakan pihak penyidik saat ini masih terus mendalami soal motif pelaku hingga nekat menghabisi nyawa anaknya sendiri.

Kombes Yusri menambahkan pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap urine pelaku. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras atau narkotika ketika melakukan tindakan pembunuhan itu.

Kombes Yusri menambahkan jadi semuanya akan kita lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui kebenarannya. Urine pelaku juga akan kami cek.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *