Politik Indonesia – Ahok Ancam Calo Rusun dengan Penjara 6 Tahun

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama atau Ahok geram dengan banyaknya kasus dugaan calo maupun jual beli unit di rumah susun sewa (rusunama) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Itulah yang kemudian mendorong Ahok kembali menegaskan akan mempidanakan siapa saja yang terbukti menjual atau menyewa unit rusun di Jakarta pada saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rusun tersebut.

Dalam penuturannya, saat ini perjanjiannya sudah ketat. Dan kalau kedapatan menjual atau menyewakan unit rusun bisa dipidana atau terancam kurungan hingga 6 tahun penjara. Lebih lanjut Basuki mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah fokus memperbaiki rusun untuk warga. Khususnya untuk perbaikan sarana air dan listrik.

”Untuk itu kami juga memberikan penawaran kepada para pengusaha untuk memperbaiki air dan listrik di rusun ini. Sehingga kami akan memberikan wewenang ke mereka untuk mengawasi rusun ini,”katanya.

Ahok benar-benar ingin membuktikan bahwa ucapannya serius. Karena masih banyaknya penghuni rusun yang belum memperoleh unit di Rusun Marunda pada kesempatan tersebut juga membuat Ahok memberikan instruksi kepada petugas rusun untuk melakukan pendataan kembali hunia rusun. “Tolong dibuka pintunya. Kasihan warga sudah banyak mengantre. Ada 200 warga yang belum mendapatkan unit, karenanya kami segera membukakan pintu buat mereka. Setelah itu silakan mereka bersihkan sendiri,”urainya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta yang baru, Yonatan Pasodung berjanji akan segera memproses seleksi penghuni rusun Marunda. Relokasi warga Muara Baru, Warakas dan Penjaringan Jakarta ke rusun Marunda yang berada di Jakarta Utara adalah salah satu target utama yang tengah secara maksimal diupayakan oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Toh, adanya rusun tersebut juga memberikan kebahagiaan bagi warga Penjaringan, Jakarta Utara. Salah satunya Ririn, 25 tahun yang merupakan salah satu warga di RT 03/12, Penjaringan, Jakarta Utara. Ririn mengaku senang memperoleh hunia di Cluster C, Rusun Marunda meskipun hingga saat ini belum dilengkapi dengan fasilitas air dan listrik. “Daripada dihuni orang lain, lebih baik saya tempati saja. Tidak masalah gelap-gelapan, nanti kalau untuk mandi tinggal ke bawah,”katanya kepada republika.co.id.

 

 

Politik Indonesia

About The Author

Reply