Politik Indonesia – Anas Akhirnya Jadi Tersangka Proyek Hambalang

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemberian dan janji dalam kaitan proyek Hambalang. Anas dikatakan telah melanggar pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP pada Jumat (22/2/2013). Menurut Johan penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan semua pimpinan KPK dan para penyidik.”Maka ditetapkan AU, mantan anggota DPR sebagai tersangka,”jelas Johan.

Lebih lanjut Johan menjelaskan bahwa penetapan tersebut diambil setelah penyidik KPK mengambil kesimpulan berdasarkan bukti yang dimiliki. Berdasarkan pasal-pasal yang disangkakan Anas diduga telah menerima sesuatu berkaitan dengan hadiah atau janji yang berhubungan dengan tugas dan wewenangnya saat menjabat sebagai anggota DPR. Surat penyidik penyidikan diteken oleh satu dari lima pimpinan KPK, Bambang Widjojanto. Terkait dengan hadiah yang diduga diterima Anas, Johan enggan membeberkannya. Menurutnya hadiah tersebut bisa berupa barang atau uang tunai.

Sebelumnya Anas seringkali dikaitkan dengan dugaan telah menerima Toyota Harrier dari PT Adhi Karya Tbk yang menjadi kontraktor proyek Hambalang. Tuduhan ini bermula saat bekas Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin membeberkannya. Anas sendiri membantah terkait Harrier tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Firman Wijaya keberadaan mobil tersebut memang diakui oleh Anas namun mobil tersebut merupakan mobil yang dicicil dari bekas bendahara Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Terkait kasus Hambalang itu sendiri, KPK telah menetapkan dua tersangka yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Mallarangeng dan pejabat pembuat komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono meminta semua kader Partai Demokrat supaya tetap solid meskipun telah ditetapkannya Anas sebagai tersangka. Selain itu Ibas juga meminta agar kader partai menghormati keputusan dari KPK. “Apapun itu kita menghormati segala keputusan KPK,”kata Ibas dalam siaran persnya. Ibas juga meminta agar semua kader partai mendoakan Anas agar diberi ketabahan usai penetapannya sebagai tersangka. Ke depan, Ibas menegaskan bahwa Partai Demokrat akan mengawal proses hukum yang dijalankan.

 

Politik Indonesia

About The Author

Reply