Politik Indonesia – Partai Islam Indonesia di Ujung Tanduk

 

Dua jajak pendapat baru-baru ini menimbulkan kegemparan di Indonesia ketika jajak pendapat tersebut meramalkan bahwa tidak ada partai politik besar berbasisi Islam yang akan tetap di antara lima partai teratas dalam Pemilu 2014 mendatanng

Dalam sebuah survei yang dilakukan bulan lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) melukiskan gambaran suram bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika pemilu diadakan hari ini, masing-masing dari empat partai akan mengumpulkan kurang dari 5 persen suara dan partai-partai Islam secara kolektif akan mengumpulkan total hanya 21,1 persen dari suara rakyat.

Partai lima besar adalah Golkar dengan 21 persen suara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan 17,2 persen, Partai Demokrat dengan 14 persen, dan dua partai sekuler baru – partai Gerindra dengan 5,2 persen, dan partai yang baru saja didirikan, Partai Nasional Demokrat dengan 5 persen.

Sebuah survei terpisah oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) juga menemukan bahwa partai politik Islam, PKS, akan menerima 4,4 persen suara dan PKB 2,8 persen, PAN 2,3 persen dan PPP 2,2 persen. Berdasarkan temuan dari jajak pendapat, hanya PKS, dengan 4,4 persen suara, yang akan mampu mempertahankan kursi di DPR saat melintasi batas baru 3,5 persen suara, persyaratan untuk memasuki Dewan.

Para politisi partai Islam tersebut juga marah karena survei LSI juga menemukan bahwa para pemimpin mereka yang akan maju sebagai calon presiden seperti dari PPP, Suryadharma Ali dan Ketua PKS Luthfi Hasan Ishaq dianggap memiliki elektabilitas rendah sekitar 2 persen.

Bandingkan ini dengan elektabilitas lebih dari 60 persen bagi para pemimpin dari partai-partai sekuler seperti Prabowo Subianto dari Gerindra, Megawati Soekarnoputri dari PDI-P, dan Aburizal Bakrie dari Golkar.

Dalam empat pemilu, partai-partai Islam gagal untuk menerima lebih dari 44 persen suara meskipun hampir 90 persen penduduk Indonesia muslim. Meskipun partai-partai Islam memenangkan total gabungan dari 44 persen dalam pemilihan umum pertama pada tahun 1955, daya tarik elektoral mereka telah berkurang dalam periode pasca-Soeharto.

Pada tahun 1999, partai-partai Islam memenangkan 36,3 persen suara, sedangkan pada tahun 2004, mereka mendapat 41 persen. Namun pada tahun 2009, suara mereka turun secara signifikan menjadi 29,2 persen, kinerja terburuk mereka sejak kemerdekaan pada tahun 1945.

 

 

Politik Indonesia

Be Sociable, Share!