Politik News – Konflik KPK vs Polri: SBY Harus Turun Tangan

Politik News – Komisi Pemeberantasan Korupsi dan Polri saat ini tengah dalam situasi perang dingin. Situasi yang terjadi di dua lembaga itu kian memanas karena diduga ada upaya yang dilakukan oleh sejumlah anggota Polri untuk melakukan penjemputan secara paksa terhadap sejumlah penyidik yang berada di komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penjemputan paksa tersebut dilakukan oleh beberapa petugas Provost pada Jumat malam di gedung KPK di daerah JakartaSelatan.

sebelum ketegangan terjadi di gedung KPK, beberapa pria yang mengenakan batik masuk ke Loby gedung KPK. Saat berada di loby gedung KPK tersebut sejumlah pria itu terlibat sebuah adu argumen yang cukup panas dengan sejumlah petugas yang berada di gedung KPK. Kejadian ini terjadi pada pukul 21.00 WIB dan terlihat adu argumen diantara kedua pihak tersebut begitu serius dengan nada bicara yang amat tegas dan terkesan penuh amarah. Para pria tersebut diduga adalah sejumlah aparat kepolisian yang di tugaskan dari Markas Besar Polri.

Hal ini tentu menjadi perhatian publik bahkan mendengar perseteruan yang terjadi antara KPK dan Polri, membuat sebagian masyarakat mendatangi gedung KPK dan memperlihatkan kepedulian mereka kepada KPK. Situasi yang semakin tidak kondusif ini membuat sebagian pengamat politik untuk meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk turun tangan menyelesaikan perseturuan antar lembaga ini.

Tentunya Presiden SBY tidak diam saja, malam itu juga Presiden langsung memerintahkan Menteri koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia Djoko Suyanto  untuk segera turun menangani masalah yang terjadi ini. Koordinasi ini juga terus berlanjut sampai dengan ke Kapolri Timur Pradopo. Namun Kapolri Timur Pradopo mengatakan bahwa kedatangan sejumlah aparat kepolisian tersebut bukanlah atas perintahnya namun aparat tersebut merupakan rombongan kepolisian yang datang dari Kepolisian Bengkulu untuk melakukan koordinasi dengan KPK.

Beberapa pengamat politik mengatakan bahwa perseteruan yang terjadi ini karena ada sebuah permainan yang dilakukan oleh Polri. Polri membuat sejumlah aturan – aturan bagi para angggota yang akan menjalankan tugas sebagai penyidik. Aturan itu sendiri membuat KPK bingung dan tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Polri.

 

Politik News

About The Author

Reply