Politik – “Saya Belum Puas Dengan Upaya KPK,” Ujar SBY

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pada hari Selasa beberapa waktu yang lalu bahwa penyalahgunaan anggaran atau korupsi dan kolusi masih merajalela di kalangan birokrat di seluruh aspek kehidupan berbangsa, yang menunjukkan bahwa badan anti-korupsi di negara ini seharusnya bisa berbuat lebih baik.

“Saya telah menyimpulkan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia memiliki dampak yang nyata, misalnya, iklim tidak ada toleransi terhadap korupsi telah mulai muncul tetapi saya belum puas. Indonesia belum puas. Kita harus bekerja lebih untuk terus-menerus membangun birokrasi yang bersih dan bebeas dari korupsi, “kata Yudhoyono saat menyambut perwakilan dari Konferensi Internasional tentang Prinsip Lembaga Anti Korupsi (ACA) di Istana Negara.

“Kami tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan kehidupan berbangsa yang bebas korupsi. Agenda reformasi belum selesai, karena pemberantasan korupsi akan ada selamanya,” tambahnya.

Konferensi ini berlangsung di Jakarta, yang dihadiri oleh para pemimpin dari badan antikorupsi dari 38 negara. Yudhoyono menggarisbawahi empat bidang di mana korupsi masih merajalela.

Pertama, korupsi pada setiap proses pengadaan. “Mark-up masih merajalela, menurut temuan KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] dan BPK,” katanya.

Kedua, korupsi dalam proses untuk mendapatkan izin operasi, yang katanya merajalela karena otonomi daerah dilaksanakan sejak tahun 2001.

“Ketiga, kolusi yang melibatkan anggota parlemen dan pemerintah dalam proses penganggaran yang masih merupakan fenomena umum dari tingkat pusat hingga pemerintah daerah,” katanya.

Keempat adalah korupsi di sektor perpajakan.

Juga hadir pada pertemuan dengan Presiden adalah Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Jaksa Agung Basrief Arief, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Sejumlah perwakilan dari Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Badan Narkoba dan Kejahatan dari PBB (UNODC) juga menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan ini diadakan sebagai bentuk usaha nyata dari semua negara untuk memberantas korupsi yang menggerogoti sendi-sendi berbangsa dan bernegara dari negara-negara di seluruh dunia.

 

Politik

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts